By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Panen Perdana Buah Kurma di MAJT, Prof Mahfud Berharap Makin Menambah Keindahan Lingkungan Masjid
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Panen Perdana Buah Kurma di MAJT, Prof Mahfud Berharap Makin Menambah Keindahan Lingkungan Masjid

Last updated: 30 Juni 2023 01:05 01:05
Jatengdaily.com
Published: 30 Juni 2023 01:04
Share
Menko Polhukam, Prof Dr Mahfud MD memanen perdana buah kurma di halaman MAJT, usai shalat Iduladha, Kamis (29/06/2023). Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Upaya keras Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) untuk mempercantik lingkungan masjid dengan pohon kurma, akhirnya membuahkan hasil.

Berkat perawatan yang intensif, pohon kurma jenis barhi yang ditanam tiga tahun lalu itu, tak hanya memberikan kerindangan namun juga berbuah lebat. Meskipun warnanya hijau kekuning-kuningan, tapi setelah dicicipi rasanya manis.

Pelaksanaan shalat Iduladha 1444 H sengaja dijadikan momentum untuk melakukan panen perdana buah kurma di MAJT. Menko Polhukam Mahfud MD yang menjadi khatib shalat Iduladha diberi kesempatan memanen pertama pohon kurma ini yang berada di depan masjid pada Kamis 29 Juni 2023.

Didampingi Dewan Pengawas MAJT yang juga Ketua Baznas dan Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi serta Ketua Penanaman dan Perawatan Pohon Kurma MAJT Drs H Istajib AS, Mahfud melakukan panen kurma. Selain jajaran pengurus MAJT, terlihat juga Rektor Unwahas Semarang Prof Dr H Mudzakkir Ali MA.

Ekspresi gembira terlihat pada wajah Mahfud saat menyaksikan pohon kurma yang dipagari tersebut berbuah lebat. ”Baguslah ada kurmanya. Semoga ke depan makin banyak yang berbuah, dan pohonnya makin memperindah lingkungan masjid ini,” kata mantan Menteri Pertahanan itu.

Ada peristiwa menarik dalam kegiatan tersebut. Mahfud tiba-tiba didatangi seorang ibu yang menggendong anak. Sang ibu ingin mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu turut mendoakan anaknya.

Kegiatan panen kurma adalah rangkaian agenda Mahfud di MAJT. Sebelumnya, dia juga meresmikian pertanian di agrowisata MAJT dan melakukan panen buah melon.

Ya, saat ini jajaran pengurus MAJT tengah membranding dan mempromosikan MAJT sebagai destinasi wisata dengan kerindangan tanaman. Jika dulu, kawasan seluas 10 hektare ini hanya dikenal sebagai wisata religi, namun ke depan MAJT bakal berkibar juga sebagai wisata agro yang dilengkapi aneka tanaman pertanian dan perkebunan.

Ketua Umum MUI Jateng KH Ahmad Darodji mengatakan, MAJT diharapkan nantinya bisa menjadi sentra buah kurma, sehingga masyarakat yang berkunjung ke MAJT bisa merasa seperti berkunjung di Makkah.

Dia berharap, buah kurma yang ditanam cepat berbuah. Kalau saat ini baru ada satu pohon, semoga pohon kurma lainnya segera berbuah, seperti halnya di daerah Timur Tengah sehingga bisa menghasilkan sentra kurma.

“Agar membuahkan hasil maka pengelolaan tanaman kurma harus lebih diperhatikan, mengingat pohon kurma umumnya hidup di daerah panas seperti di Timur Tengah,” kata Kiai Darodji.

150 Pohon
Sementara itu, Ketua Penanaman dan Perawatan Pohon Kurma, H Istajib AS menjelaskan, di kawasan MAJT ada 150 pohon, dengan perinciannya 135 jenis barhi dan 15 jenis ajwa. Kedua jenis kurma tersebut dikenal bisa tumbuh karena cocok untuk daerah tropis.

Dia mencontohkan pohon kurma barhi ternyata lebih cepat berbuah di luar prediksi. Hal tersebut diyakini karena doa-doa para kiai dan jemaah yang menunaikan shalat di MAJT.

”Alasan memilih barhi karena pohonnya besar dan daunnya rimbun. Sedangkan adanya pohon kurma ajwa merupakan saran dari para kiai, agar ada ajwa di sini yang dikenal sebagai kurma nabi,” kata Wakil Sekretaris PP MAJT itu.

Dari mana pohon kurma itu berasal? Dia mengatakan, bibit kurma dibeli di Sleman seharga Rp 300 ribu per bibit usia sekitar satu tahun, dan dari Ponpes Fadhlul Fadhlan Semarang di bawah pimpinan Dr KH Fadlolan Musyaffa’ Lc MA, seharga Rp 40 ribu per bibit untuk usia 6-7 bulan.

Terkait perawatan, pihaknya mempekerjakan dua karyawan yang setiap hari memupuk dan merawatnya. ”Ternyata merawatnya tak sesulit yang dibayangkan. Saya belajar dari medsos untuk merawat kurma ini, mulai dari pemupukan dan penyiraman. Hama yang sering mengganggu adalah kwangwung,” katanya.

Begitu panen, kata dia, masyarakat bisa membelinya. Kurma diyakini, jika dikonsumsi bisa membantu kesuburan wanita yang merindukan punya momongan.

Guna memantapkan pengelolaan kurma, kata dia, pengurus berencana melakukan studi banding ke wisata kebun kurma di Pasuruan, Jawa Timur. Harapannya, bisa menimba ilmu sehingga tanaman kurma di MAJT makin tumbuh subur dengan hasil yang melimpah.St

You Might Also Like

Mulai 2025, Puskesmas Sediakan Layanan Kesehatan Jiwa
Pemulasaran Jenazah Covid-19 di RS Sudah Sesuai Syariat Agama
Mbak Ita Tegaskan Empat Pilar Kehidupan Bangsa Indonesia Jadi Pondasi Kekuatan Bangsa
Jelang HPN 2022, Pengurus dan Anggota PWI Jateng Ziarah ke Makam Wartawan Senior
Tuntaskan 7 Program Prioritas, Kemenag Jateng Perkenalkan Gerakan ‘Merah Marun’
TAGGED:Kurma MAJTmemperindah MAJTPanen Kurma MAJTPanen perdanaProf Mahfud MD panen kurma
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?