By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: 254.1 Hektar Lahan Pertanian di Jateng Alami Puso Akibat Kekeringan
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

254.1 Hektar Lahan Pertanian di Jateng Alami Puso Akibat Kekeringan

Last updated: 6 September 2023 16:45 16:45
Jatengdaily.com
Published: 6 September 2023 16:45
Share
Ilustrasi kekeringan. Foto: dok/JD
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat sebanyak 254,1 hektar lahan pertanian padi terdampak puso di 10 kabupaten kota di Jateng akibat kekeringan. Kekeringan beragam mulai dari ringan, sedang, berat, hingga puso.

“Dari 5.150,7 hektar lahan pertanian padi mulai terdampak kekeringan di Jateng. Rincianya untuk yang puso, sekitar 254,1 hektar itu tersebar di sejumlah daerah antara lain Banyumas, Cilacap, Brebes, Kendal, Kabupaten Pekalongan, Rembang, Kebumen, Kabupaten Tegal, dan Purworejo,” kata Kepala Distanbun Jateng, Supriyanto, Rabu (6/9/2023).

Tak hanya memetakan daerah puso, Distanbun Jateng juga mengelompokkan daerah berdasarkan risikonya. Hasilnya, Kabupaten Blora, Rembang, Wonogiri, dan Kota Semarang, masuk dalam kategori sangat kering dan mengalami defisiensi ketersediaan air yang tinggi, yakni di bawah 20 persen.

“Kami mendorong percepatan tanam untuk mengejar sisa hujan,” ungkapnya.

Selain itu, Distanbun Jateng juga terus berupaya melakukan peningkatan ketersediaan air. Yakni melalui pembangunan atau perbaikan embung, parit, sumur dalam, maupun sumur resapan.

“Rehabilitasi jaringan irigasi tersier serta pompanisasi juga kami upayakan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah lahan pertanian di Muriaraya juga sudah mulai terdampak kekeringan dan bahkan ada yang dibiarkan. Sepeti di Jepara misalnya, lahan pertanian seluas 10.000 hektare dari total 26.000 hektare telah alami bera. Sementara di Pati lahan pertanian seluas 5.000 hektar dari total sekitar 52.000 hektar tidak ditanami komoditas tanam atau sengaja diberokan. adri-she

You Might Also Like

Pemkot Semarang Inisiasi Lomba Desain Bangunan Gedung Hijau
Wali Kota Agustina Siapkan Generasi ASN Masa Depan, 297 PNS Baru Jadi Penggerak Pelayanan Kota Semarang yang Semakin Hebat
7.000 Meter Kubik Oksigen Gratis untuk Masyarakat Sukoharjo
Percepatan Proses Pembangunan Butuh Konsistensi Ketaatan Hukum
Antisipasi Lonjakan Transaksi Lebaran, Bank Mandiri Region Jawa 2 Semarang Siapkan Rp4,18 Triliun dan Perkuat Ekosistem Digital
TAGGED:Distanbun JatengkekeringanLahan Pertanian di Jateng Alami PusoSupriyanto
Share This Article
Facebook Email Print
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?