By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Jangan Trauma, Terus Menjadi Pendidik Terbaik
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Jangan Trauma, Terus Menjadi Pendidik Terbaik

Last updated: 27 September 2023 18:45 18:45
Jatengdaily.com
Published: 27 September 2023 18:45
Share
Bupati dr Hj Eisti'anah bersama jajaran pengurus PGRI Kabupaten Demak saat menjenguk Ali Fatkhur Rohman, koran penganiyaan murid MA di Kebonagung. Foto : ist
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Terus menjadi Pendidik yangvterbaik, agar anak didik menjadi penerus berkualitas. Prihatin boleh, namun tak perlu trauma berkepanjangan. Jadikan musibah yang menimpa guru MA di Kebonagung sebagai pembelajaran bersama, bahwa pendidikan anak tidak semata tanggungjawab guru, namun ada pula peran orang tua dan masyarakat di dalamnya.

Demikian disampaikan Bupati Demak dr Hj Eisti’anah menanggapi kasus penganiayaan murid kepada gurunya di sebuah MA di Kebonagung pada Senin (25/09/2023). Tidak perlu saling menyalahkan. Yang sudah terjadi bisa diambil hikmah dan pelajarannya.

“Intinya guru, murid, dan orang tua harus bisa saling menghargai. Jika perlu jaga komunikasi. Bahwa masing-masing mempunya tugas dan tanggungjawab,” kata bupati, usai membuka ‘Diklat Digital Academy dan Editor Buku Bagi Guru’ oleh PGRI Kabupaten Demak, Rabu (27/09/2023).

Hal sama disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Demak H Sapon SPd MPd. Bahwa PGRI melihat guru sebagai anak. “Jika dia (guru) salah maka akan ditegur, bagitupun kalau dia benar maka akan dilindungi. Maka ketika ada persoalan memperihatinkan seperti terjadi di MA Kebonagung, harus ditelusuri dulu akar persoalannya,” ujarnya.

Hal itu pula menjadi alasan PGRI selalu memastikan agar guru menjalankan tugas profesional tapi tetap terlindungi. “Silahkan melaksanakan tugas sesuai aturan, yakni mendidik dan melatih anak dengan baik. Tidak usah terlalu trauma. Pada prinsipnya menegur boleh tapi yang mendidik,” pungkas Sapon. * Rie-St

 

You Might Also Like

Mantan Direktur YLBI Heran Investasi Telkomsel ke GOTO Didiamkan
Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan Kormi Demak Gelar Forkab
Natal Bersama TNI AU 2021, Mengelola Perbedaan Membutuhkan Kebijaksanaan
MGMP PAI SMA Jateng Gelar Pelatihan Online Media Pembelajaran
Andrea Turk Sukses Gelar Konser Amal & Perpisahan
TAGGED:Jangan TraumaSiswa MA DemakSuswa aniaya guruTerus Menjadi Pendidik Terbaik
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?