SEMARANG (Jatengdaily.com)- Nelayan merupakan salah satu pekerjaan yang banyak digeluti oleh masyarakat pesisir. Nelayan juga penyumbang terbesar tangkapan ikan dan hasil laut, yang dibutuhkan oleh masyarakat. Namun, kenyataannya masih kurangnya produktivitas hasil tangkapan ikan dari para nelayan tradisional.
Hal ini disebabkan tangkapan ikan didominasi oleh kapal-kapal besar dengan peralatan yang modern, sehingga kemampuan penangkapan ikan nelayan tradisional termasuk nelayan Tambak Lorok, di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, masih rendah. ”Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan perancangan alat bantu penangkap ikan yang lebih efisien, serta mudah perawatan dan pengoperasianya,” papar dosen Universitas Maritim (UNIMAR) AMNI Semarang, Capt Sutini MMar STr MT, Selasa (3/10/2023), di Kampung Tambak Lorok, Kelurahan Tanjungmas, Semarang.
Capt Sutini merupakan dosen UNIMAR AMNI Semarang yang menerima pendanaan pengabdian masyarakat Hibah Bima dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), lewat pengabdiannya yang berjudul ‘Sijakar Alat Bantu Penangkap Ikan Modern Bagi Nelayan Tambak Lorok Semarang.’
”Terimakasih saya ucapkan kepada Kemenristekdikti yang telah mensuport dan juga Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jateng,” jelasnya.
Menurutnya, jika selama ini, nelayan Tambak Lorok masih menggunakan alat penangkap ikan sederhana berupa jarring, surrounding net (jaring lingkar), seine net (pukat), dredge (penggaruk), falling gear (alat yang dijatuhkan), gill net, entangling nets (jaring insang dan jaring puntal) dan hook and line (pancing).
Capt Sutini memberikan solusi lewat Sijakar, yakni dengan menggunakan alat penangkap ikan yang dilengkapi dengan pelampung dan ais, yang hasilnya akan lebih banyak bahkan 10 kali lipat dari yang sudah berjalan.
Sijakar adalah alat navigasi yang digunakan untuk membantu penangkapan ikan dan kerang hijau. Gambaran kerjanya, alat navigasi ais digabung dengan fish echosounder untuk mendeteksi jumlah ikan yang banyak. Cara kerjanya mendeteksi posisi pelampung, aisnya digabung di pelampung selama dua sampai 4 hari kemudian kapal nelayan akan datang pada posisi yang banyak ikannya. ”Kita mengajari dan mensosialisasikan cara penggunaan alat itu,” jelasnya.
Dengan penangkapan ikan yang banyak, maka akan membantu perekonomian nelayan di Tambak Lorok, yang juga merupakan kampung mitra binaan UNIMAR AMNI Semarang. Selain itu, para dosen UNIMAR AMNI juga membantu nelayan Tambak Lorok dalam bidang pemasaran ikan dan kerang hijau, misal ke rumah makan, tempat wisata dan ekspor. Juga membantu penjualan lewat online.
Pada kesempatan ini juga diserahkan bantuan bagi para nelayan, berupa masker, kaos untuk menyelam, dan bambu untuk persemaian rumpon, yang berlangsung di Balai RW 15 Kampung Tambak Mulyo, Kelurahan Tanjung Mas Semarang Utara.
Sementara itu, Wakil Rektor (WR) I UNIMAR AMNI Dr Adenanthera Lesmana Dewa ST MM mengatakan, pihaknya selalu mensuport para dosen untuk melakukan pengabdian masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
”Lewat pengabdian masyarakat inilah, para dosen bisa memberikan solusi permasalahan yang ada di masyarakat. Termasuk bagi para nelayan Tambak Lorok Semarang yang juga mitra binaan UNIMAR AMNI Semarang,” jelasnya. she
0



