By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Munculnya Budaya-Budaya Lokal di Jateng Menggembirakan
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Munculnya Budaya-Budaya Lokal di Jateng Menggembirakan

Jatengdaily.com
Published: 3 November 2023 07:39
Share
Suasana Webinar Satupena dengan tema Generasi Muda dan Pemajuan Kebudayaan Lokal Jawa Tengah. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Munculnya budaya-budaya lokal di Jawa Tengah sangat menggembirakan. Karena itu kita patut optimistis, di tengah modernisasi dan arus globalisasi, generasi muda tetap memiliki rasa cinta terhadap budaya lokal.

Hal itu dikemukakan oleh Ketua Program Studi S1 Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang Dr Sukarjo Waluyo MHum dalam Webinar Satupena, Kamis malam, 2 November 2023. Bertindak sebagai pemandu Anick Ht dan Amelia Fitriani.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Satupena Pusat setiap Kamis malam. Kali ini Satupena Jawa Tengah mendapat giliran untuk menampilkan narasumber dan isu di wilayah provinsinya. Tema yang dibahas adalah Generasi Muda dan Pemajuan Budaya Lokal Jawa Tengah.

Sukarjo Waluyo mengingatkan agar pemerintah daerah, provinsi, kabupaten, dan kota, untuk memberikan ruang kepada munculnya budaya-budaya lokal tersebut. Jawa Pesisir, misalnya, kaya dengan tradisi lisan yang layak dijaga, dibina, dan dikembangkan.

“Saya kebetulan sering dolan ke daerah-daerah Demak, Jepara, dan Pati. Saya melihat bagaimana grup kesenian tradisional seperti ketoprak bermunculan,” ujarnya.

Memang, demikian Sukarjo, kesenian dan kebudayaan populer begitu masif. Namun, budaya-budaya lokal itu bertahan dan generasi muda tak sedikit yang menjadi pelaku dan penikmat.

Ketua Umum Satupena Jawa Tengah Gunoto Saparie menggarisbawahi apa yang disampaikan Sukarjo. Ia pun memberikan apresiasi ketika saat ini Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah sedang menggodok draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemajuan Kebudayaan. Kita patut memberikan masukan dalam hal ini.

Menurut Gunoto, setelah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan disahkan, pemerintah provinsi, termasuk Jawa Tengah terkesan menunggu aturan pelaksanaannya. Peraturan turunan baru dikeluarkan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2021. Karena itu, upaya pemajuan kebudayaan di Provinsi Jawa mengalami kekosongan regulasi dan lebih banyak tergantung kebijakan individual kepala daerah. Bukan karena kewajiban konstitusional.

Hadir dalam webinar itu sejumlah penulis Jawa Tengah, budayawan Eka Budianta, Hamri Manoppo, dan lain-lain. St

You Might Also Like

Mendagri Perintahkan Jajaran Eselon I untuk Pantau Langsung Siskamling
5 SMPN di Klaten Siap Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
Lucky Hakim Hingga Istri Panji Gumilang Dipanggil Bareskrim Terkait Al-Zaytun
Jelang Ramadhan dan Lebaran, Pemerintah Luncurkan Paket Stimulus Diskon Tarif Trasportasi
Pembangunan Jalan Tol Yogya-Solo (Joglo) Dimulai November
TAGGED:di Jateng MenggembirakanMunculnya Budaya-Budaya Lokal
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?