Pemuda Tak Boleh Terlena Teknologi

3 Min Read
Motivator yang juga Ketua Umum DPP Wirausaha Muda Syafii Afandi saat menyerahkan cendera mata pada Bupati Demak dr Hj Eisti'anah yang hadir sebagai keynote speaker pada Seminar Nasional Enterpreneur dan Pemuda Mandiri 2023 besutan IPPNU Demak dan Wimnus Demak.Foto:sarijati

DEMAK (Jatengdaily.com) – Kalangan muda yang berlimpah secara jumlah harus bisa diakomodir. Caranya antara lain dengan membuat planing. Utamanya yang terkait mindset, toolset, serta skillset.

“Mindset yang dimaksud adalah cara kita berpikir, sedangkan toolset adalah cara melakukannya. Sementara skillset adalah perilakunya,” jelas Syafii Afandi, President Organization of Islamic Youth Indonesia.

Pada Seminar Nasional Enterpreneur dan Pemuda Mandiri 2023 gelaran IPPNU Demak dan Wimnus Demak itu, Ketua Umum DPP Wirausaha Muda itu mengungkapkan, ketiga komponen tersebut harus dimiliki kaum muda di era yang semakin tidak pasti ini, karena kelemahan mereka ada di kontrolnya. “Makanya mindset dan mental itu yang utama, sebelum masuk dalam hal perubahan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, kemajuan teknologi bisa menguatkan sekaligus melemahkan para generasi z atau viral disebut Gen-Z.. “Disebut menguatkan karena dapat menjadikannya terbantu. Sedangkan disebut melemahkan karena para muda ini bisa tidak fokus saking banyaknya pilihan. Dan ini akan jadi masalah,” lanjutnya.

Tak lupa Syafii Afandi juga mengajak kepala daerah dan stakeholder terkait untuk turut menggencarkan edukasi dan pengembangan mental golongan Gen-Z. Sementara di sisi lain, dipesannya para Gen-Z bisa menjaga etika.

“Karena hari ini etika terindikasi semakin menurun. Wejangan orang tua bahkan mulai diabaikan. Maka itu kalangan muda harus kedua memiliki kontrol yang kuat. Pada saat sama, jangan kebanyakan jadi penonton tapi jadi lah pemain,” pesannya.

Di sisi lain Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE berpendapat, peran serta pemuda dalam pembangunan sangat dibutuhkan. Terlebih karena pemuda adalah agen perubahan, yang memiliki potensi besar membawa perubahan positif di masyarakat.

Karenanya bupati menegaskan, pemerintah daerah akan mendorong kemandirian pemuda dalam berbagai bidang. Tak terkecuali kaitannya kewirausahaan, akan diciptakan generasi yang tangguh dan mampu berkontribusi secara signifikan pada pembangunan daerah.

“Mari para muda dan mudi Kota Wali, terlibat aktif, sharing atau berbagi pengetahuan, dan pengalaman. Serta menggali potensi kolaborasi yang dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan dan kemandirian pemuda di Demak,” kata bupati.

Bupati Eisti’anah juga berharap, seminar yang mengajak para muda-mudi mandiri dan berkarya tersebut tidak hanya wacana. Namun mampu menjadi pelecut, motivasi dan menginspirasi Gen-Z Kota Wali melakukan aksi nyata mengembangkan potensi lokal.

“Mari bersama mengidentifikasi peluang-peluang konkrit, membuat rencana tindakan, dan wujudkan ide-ide brilian untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Demak semakin maju sejahtera,” tandas bupati. * ssi-St

Share This Article