By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Temanggung Rawan Longsor dan Angin Ribut, Pemkab Tingkatkan Kesiapsiagaan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Temanggung Rawan Longsor dan Angin Ribut, Pemkab Tingkatkan Kesiapsiagaan

Last updated: 9 Januari 2024 08:48 08:48
Jatengdaily.com
Published: 9 Januari 2024 09:00
Share
Ilustrasi tanah longsor. Foto: bnpb
SHARE

TEMANGGUNG (Jatengdaily.com)– Memasuki musim hujan di awal 2024 ini, Pemerintah Kabupaten Temanggung mulai bersiaga menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Pasalnya, wilayah di lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau yang secara geografis berkontur pegunungan, rawan tanah longsor dan angin ribut.

Penjabat Bupati Temanggung, Hary Agung Prabowo mengatakan, dengan kontur pegunungan, kesiapsiagaan menghadapi bencana mesti dilakukan sejak dini. Untuk itu, dia meminta bantuan para camat untuk memantau kondisi di wilayah masing-masing.

“Koordinasi dengan para kades, lakukan secara intensif. Lakukan langkah cepat dan selalu berkoordinasi dengan Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah)untuk asesmen. Camat bisa melakukan antisipasi di lapangan, cek kondisi. Saya pun akan selalu melakukan pengecekan kondisi lapangan, apabila memang mengkhawatirkan,” tegasnya, dilansir dari laman humas Prov Jateng, Selasa (9/1/2024).

Hary juga meminta BPBD yang memiliki jejaring luas termasuk dengan para relawan, agar meningkatkan kesiapsiagaan, dan bisa memberikan masukan kepada para pemangku wilayah, seperti camat.

“Di sini kita saling memberi saran masukan. Cek seluruh ranting pohon yang sekiranya membahayakan, melintang jalan misalnya. Ingatkan warga untuk membuang sampah pada tempatnya, kalau buang sampah di sungai kalau hujan mampet airnya bisa banjir,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Toifur Hadi mengatakan, komunikasi BPBD dengan pihak kecamatan saat ini sudah terjalin dengan baik. Sehingga, jika ada kejadian bencana, bisa ditangani dengan cepat.

Pihaknya juga telah melakukan monitoring terkait kebencanaan. Saat ini, terang Toifur, BPBD masih mempunyai bronjong penahan banjir, serta logistik. Persediaan itu dapat digunakan, jika sewaktu-waktu terjadi bencana. she 

You Might Also Like

Tindaklanjuti Penanggulangan Banjir di Demak dan Kudus, Komisi D Diskusi Bersama BBWS Pemali-Juana
Tabung Kosong LPG 3kg Bisa Ditukar dengan Tabung Isi LPG Bright Gas 5,5 Kg di Kebumen International Expo 2023
Bertujuan Hemat Energi, Kementerian ESDM Pasang Lampu LED di Gedung Setda Provinsi Jateng
Penyanyi Dangdut dan Pencipta Lagu Hamdan ATT Meninggal Dunia
Mulai Masuk Fase Awal Recovery, Pemerintah Kebut Pemulihan Pascabencana Sumatra
TAGGED:kesiapsiagaan bencanaTemanggung Rawan Longsor
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?