By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Teliti Bayi Prematur, Dosen Keperawatan Unissula Raih Doktor
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Teliti Bayi Prematur, Dosen Keperawatan Unissula Raih Doktor

Jatengdaily.com
Published: 9 Januari 2024 16:21
Share
Nopi Nur Khasanah. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Dosen Fakultas Ilmu Keperawatan Unissulameraih gelar Doktor bidang Ilmu Keperawatan dari Universitas Indonesia (UI) Jakarta.

Nopi Nur Khasanah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Pengaruh Model Intervensi Keperawatan Mrs-Preemie terhadap Stres Ibu, Bonding Ibu-Bayi, dan Berat Badan Bayi Prematur di Jawa Tengah.

Menurutnya bayi prematur seringkali gagal menambah berat badan sesuai dengan harapan. “Peningkatan berat badan bayi prematur dapat optimal salah satunya melalui bonding ibu-bayi. Dan pembentukan bonding ibu-bayi dapat menjadi hal yang menantang karena ibu dapat mengalami berbagai gangguan emosional saat menunggu bayinya dirawat,” ungkapnya, Selasa (9/1/2024).

Pihaknya melanjutkan, dengan latar belakang tersebut sehingga tujuan dari penelitiannya adalah mengidentifikasi pengaruh model intervensi keperawatan Mrs-Preemie terhadap stres ibu, bonding ibu-bayi, dan berat badan bayi prematur di ruang perawatan neonates.

Dengan menggunakan metode penelitian mixed method diketahui bahwa setelah mengontrol variabel perancu, model intervensi keperawatan Mrs-Preemie mampu menurunkan skor stres ibu dan meningkatkan bonding ibu-bayi sejak dua pekan setelah tindakan. “Namun baru dapat meningkatkan berat badan bayi prematur setelah empat pekan perlakuan,” ungkapnya.

Sehingga menurutnya model intervensi keperawatan Mrs-Preemie dapat diadopsi untuk meningkatkan asuhan keperawatan pada bayi di ruang perawatan neonatus. Di hadapan tim promotor dan penguji diantaranya Prof Yeni Rustina MAppSc PhD, Dessie Wanda SKp MN PhD, Dr Drs Sutanto Priyo Hastono MKes. Kemudian Dr dr Fitri Hartanto SpA(K), Dr Nur Agustini SKp MSi, Dr Suni Hariati SKepNs MKep, dan Dr Fajar Tri Waluyanti SKp MKep Ns SpKepAn. Dr Nopi meraih predikat summa cumlaude dengan IPK 3.95. she

You Might Also Like

Indonesia-Turkiye Perkuat Diplomasi Lewat Sinergi Budaya
BMKG Prakirakan Gelombang Tinggi Terjadi di Perairan Kepulauan Babar, Tanimbar dan Laut Arafuru
Tutup Halaqah MUI, Ganjar Sebut Berkat Bantuan Ulama Penanganan Covid Lancar
Dikukuhkan Sebagai Profesor Kehormatan Unissula, Subyakto: UU Dibuat Harus Berkeadilan
Taj Yasin Ingin Jateng Jadi Tujuan Wisata Kesehatan
TAGGED:Keperawatan UnissulaNopi Nur KhasanahTeliti Bayi Prematur
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?