By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Dinas Pendidikan Kota Semarang Intensifkan Konseling di Sekolah, Kasus Bunuh Diri Pelajar Memprihatinkan
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Dinas Pendidikan Kota Semarang Intensifkan Konseling di Sekolah, Kasus Bunuh Diri Pelajar Memprihatinkan

Last updated: 12 Januari 2024 07:10 07:10
Jatengdaily.com
Published: 12 Januari 2024 07:10
Share
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto.Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pendidikan (Disdik) berencana akan mengintensifkan konseling di sekolah.

Hal ini sebagai bentuk evaluasi terhadap kasus bunuh diri seorang siswa SMP Negeri di Kota Semarang pada Selasa 9 Januari 2024 lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan, pihaknya akan lebih mengoptimalkan peran Bimbingan Konseling (BK) di sekolah.

Menurut Bambang, dengan masif bimbingan konseling, siswa bisa menyampaikan persoalan yang ia hadapi. Sehingga akan ada keterbukaan antara guru dan siswa.

“Ada masalah apapun bisa disampaikan ke guru. Kami intensifkan komunikasi siswa dan guru,” ujarnya.

Dirinya menyebut jika seiring berkembangnya teknologi, anak-anak lebih sering menggunakan gawai. Terkadang, pihak sekolah tidak mengetahui informasi apa saja yang diakses siswa.

Maka, perlu adanya upaya membangun keterbukaan dengan konseling. Di samping itu, perlu ada penguatan karakter siswa untuk dilakukan.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu prihatin dengan adanya kasus bunuh diri yang dilakukan pelajar SMP di Semarang.

Mbak Ita sapaannya mengatakan, perlu peran keluarga dan lingkungan, selain peran guru di sekolah untuk menekan tingkat keputusasaan para remaja.

“Kalau lihat beritanya, dari Disdik juga sudah memastikan ke keluarga kalau bukan kasus perundungan atau bullying penyebabnya. Orang tua memiliki peran penting memantau perkembangan buah hati mereka,” katanya.

Pemkot Semarang selama ini telah memberikan perhatian lebih pada penguatan mental pelajar. Hal tersebut terlihat dengan adanya layanan konseling dalam Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM).St

You Might Also Like

Sambut 2021, Presiden: Indonesia Mampu Bangkit
Bangun Pola Pikir Masyarakat Agar Kedepankan Pemanfaatan Energi Ramah Lingkungan
Presiden Tekankan Pentingnya Peningkatan Ekspor dan Investasi dalam Pertumbuhan Ekonomi
Kampus Polimarin Dibangun di Bergas untuk Kuatkan Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia
Rapat Paripurna Virtual Terbatas di Tengah Kenaikan Kasus Covid-19
TAGGED:Dinas Pendidikan Kota SemarangIntensifkan Konseling di SekolahKasus bunuh diri pelajar SMP
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?