By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Manajamen Modern Harus Raker
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Gagasan

Manajamen Modern Harus Raker

Last updated: 14 Januari 2024 05:41 05:41
Jatengdaily.com
Published: 14 Januari 2024 05:39
Share
SHARE

“Rapat Kerja Masjid Agung Jawa Tengah 2024″

Oleh : Nur Khoirin YD

Pengelola Pelaksana Masjid Agung Jawa Tengah (PP MAJT) mulai hari ini, Ahad sampai dengan Senin besok (14-15 Januari 2024) menggelar Rapat Kerja di Hotel Panorama Pondok Kopi Bandungan. Raker awal periode 2023-2027 ini diikuti oleh 35 orang terdiri dari unsur Penasihat, Pengawas, dan unsur Pengelola Pelaksana yang diangkat berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor : 451.7/45 Tahun 2023, serta para kepala bagian pegawai.

Raker ini selain untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program kerja periode yang lalu, yang terpenting bertujuan untuk membahas dan mengesahkan Garis-garis Besar Pengembangan dan Pemberdayaan (GBPP) MAJT Periode 2023-2027.

GBPP ini berisi tentang Visi Misi Tujuan dan garis-garis besar program perbidang yang merupakan program Jangka Menengah (5 tahun), yang akan menjadi arah penyusunan program kerja Jangka Pendek (tahunan). Program kerja tahunan disusun meliputi bidang-bidang, seperti bidang ketakmiran dan peribadatan, bidang pendidikan, bidang pembangunan, aset, dan pemeliharaan, bidang pengembangan usaha, bidang kewanitaan, bidang remaja, bidang hubungan masyarakat dan kerjasama, bidang organisasi dan manajerial, dan rencana anggaran dan belanja.

Manajemen Modern
Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), yang dibangun sebagai “tetenger” kembalinya Tanah Banda Masjid Besar Kauman Semarang (MAS), berdiri di atas area seluas 100.000 m2 dengan luas bangunan 54.215 m2, adalah potensi dan modal umat Islam, khususnya di Jawa Tengah.

MAJT yang berdiri megah, mulai dibangun pada Jumat, 6 September 2002, kemudian diresmikan pada 14 November 2006 oleh Presiden RI SBY, yang ketika itu menelan biaya Rp. 198.692.340.000., adalah aset besar yang harus dikelola dan diberdayakan secara maksimal.

Eksistensi MAJT yang kini menapaki usianya yang ke 20 tahun, telah mengalami perkembangan yang pesat, baik secara aset fisik, SDM, manajerial, maupun organisasi. Aset tanah telah bertambah dari waktu ke waktu menjadi semakin luas.

Bangunan gedung yang lama maupun yang baru memerlukan pemeliharaan yang rutin. Pegawai kantor yang mencapai lebih dari 100 orang perlu pembinaan dan pembagian job yang efektif. Struktur organisasi semakin mekar dengan bertambahnya program, seperti Pesantren Tahfidz, Pasar Induk, Rumah sakit, dan Agro wisata, diperlukan manajemen yang kuat dan profesional.

Kegiatan ekonomi dan wisata juga terus berkembang, seperti sewa konvension hall, pertokoan, menara al Husna, area Manasik Haji, taman bermain, kebun korma, dan sebagainya yang memerlukan pengembangan dan penataan. Kegiatan peribadatan semakin bervariasi. Sebagai pusat dakwah, MAJT telah memiliki Radio Dais dan MAJT TV yang harus dikelola secara modern.

MAJT tampil sebagai masjid modern. Tidak hanya sekadar tempat ibadah biasa, tapi juga berfungsi menjadi pusat perekonomian Syari’ah, pusat pendidikan Islam moderat, kebudayaan dan dakwah. MAJT juga berkembang menjadi destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi masyarakat muslim, bahkan kerap mendapat kunjungan dari berbagai penjuru benua di dunia, seperti Eropa, Timur Tengah, Asia hingga Amerika.

Oleh karena itu pengembangan MAJT ke depan tidak boleh sembarangan, tidak asal jalan, konvesional apa adanya. Tetapi harus dikelola dengan manajemen modern yang profesional, terarah, terencana, bertahab, berkesinambungan, dan transparan.

Program-program yang dilakukan harus direncanakan dengan baik, dan sebaliknya program yang sudah direncanakan harus diusahakan untuk dilakasnakan. Perkembangan MAJT memerlukan pemikiran-pemikiran cerdas dan inovatif dari banyak ahli.

Tantangan ke depan
Persaingan MAJT ke depan semakin berat. Jika beberapa tahun yang lalu, MAJT bertengger sebagai masjid terbesar dan termegah di Jawa Tengah, tetapi belakangan ini berdiri masjid-masjid besar dalam jarak yang tidak jauh, seperti Masjid Al Zayed di Solo, Masjid Gedhe di Boyolali, Masjid Agung Jawa Tengah Magelang, dan masjid-masjid lain yang terus berkembang.

Di Jawa Tumur ada masjid Al Akbar, dan di Jawa Barat ada masjid Al Jabbar yang tidak kalah indah. Masjid-masjid baru dengan branding masing-masing ini tentu mengundang penasaran umat untuk berkunjung menyaksikan dari dekat.

Tumbuhnya masjid-masjid besar diberbagai kota ini disatu sisi menjadi bukti kemajuan Islam yang harus disyukuri. Tetapi disisi lain memunculkan persaingan positif (fastabiqul khairat) antar masjid.

Jika tidak mau kalah, maka MAJT harus terus berbenah, mempercantik fisik, meningkatkan program-program inovatif dan memperkuat citra positif (branding), agar minat umat Islam untuk berkunjung terus meningkat.

Untuk memajukan masjid sebesar MAJT tidak mungkin dipikirkan, apalagi dimiliki sendiri atau orang perorang. Sehebat apapun orangnya. Tetapi diperlukan dukungan partisipasi dari semua pihak, baik perhatian pemikiran, maupun uluran bantuan finansial.

Maka harus dibangun hubungan kerjasama yang harmonis agar semua pihak merasa ikut memiliki. Dalam manajemen yang baik, tidak boleh ada keputusan individu mendominasi.

Semua kebijakan adalah keputusan kolektif. Maka hakikat Raker atau rapat-rapat yang lain adalah wujud tanggung jawab dan kebersamaan pengurus guna menyatukan pikiran dan mentautkan hati.

Prof. Dr. H. Nur Khoirin YD, MAg, Guru Besar Hukum Islam pada Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Walisongo Semarang, Ketua Panitia Rapat Kerja PP MAJT Tahun 2024, Ketua BP4 Propinsi Jawa Tengah, Katua Nazhir Wakaf Uang BWI Jawa Tengah/Advokat Syariah/Mediator/Arbiter Syari’ah/Nazhir Kompeten. Tinggal di Jl. Tugulapangan H-40 Tambakaji Kota Semarang. Jatengdaily.com-St

You Might Also Like

Menunggu Kiprah BP4 Ke Depan
Bahasa Arab Amiyah Jadi Senjata Utama Petugas Haji 2026
Ancaman Banjir Kota Semarang
Merayakan Bulan Bung Karno
Strategi Meningkatkan Perekonomian Surakarta melalui Kunjungan Wisatawan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?