By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Gelar Bimtek Pengajar Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tingkat SMP
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Gelar Bimtek Pengajar Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tingkat SMP

Last updated: 29 Februari 2024 13:16 13:16
Jatengdaily.com
Published: 29 Februari 2024 13:15
Share
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajar Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Rabu—Senin, 28 Februari—4 Maret 2024 di kantornya, Jalan Diponegoro 250, Ungaran, Kabupaten Semarang. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajar Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Rabu—Senin, 28 Februari—4 Maret 2024 di kantornya, Jalan Diponegoro 250, Ungaran, Kabupaten Semarang. Bimtek tersebut diikuti 140 peserta yang terdiri atas guru bahasa Jawa dan pengawas SMP dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Syarifuddin, mengatakan bahwa strategi utama untuk mempertahankan bahasa, termasuk bahasa daerah, adalah dengan menggunakannya.

“Strategi utama untuk mempertahankan bahasa itu kan penuturnya. Lembaga bahasa, jurusan bahasa, bergerak masif, tetapi penuturnya tidak mau, ya tidak bisa,” ujar Syarifuddin saat membuka Bimtek Pengajar Utama di Balairung Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah pada 28 Februari 2024.

Syarifuddin mengatakan bahwa bahasa daerah, dalam hal ini bahasa Jawa, disampaikan oleh guru bahasa Jawa untuk diajarkan kepada siswanya di sekolah. Selain itu, guru bahasa Jawa juga harus mampu mentransmisikan bahasa Jawa kepada keturunannya.

Baca Juga: Sastra Inggris Unissula Siapkan Mahasiswa Go Internasional

“Kalau mengajar pelajaran bahasa daerah memakai bahasa Jawa, di rumah juga dipakai. Bahasa itu, kalau penuturnya tetap menggunakan secara intens, tentu aman,” katanya.

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah juga terus memberikan penguatan dengan mengajak para penutur agar mempunyai sikap positif terhadap bahasa daerahnya. Penutur yang tidak menanamkan sikap positif terhadap bahasa daerah tidak akan menggunakannya.

“Kalau dia cinta bahasa Jawa, pasti akan menggunakannya,” jelasnya.

Syarifuddin mengungkapkan bahwa dirinya tetap menggunakan bahasa daerah ketika berkomunikasi dengan keluarga, termasuk ketika berada di kampung halamannya.

“Itu sebenarnya suatu bentuk pemertahanan bahasa. Satu strateginya, yakni gunakan. Walaupun saya digempur bahasa Jawa, saya setiap berkomunikasi dengan keluarga saya, di kampung halaman, saya selalu menggunakan bahasa ibu,” terangnya.

Ia juga berharap guru-guru bahasa daerah bisa lebih kreatif mengajarkan bahasa daerah kepada anak didiknya.  Sekarang ini dalam Merdeka Belajar, guru diberikan kebebasan bagaimana materi di sekolah diimplementasikan dengan kreativitas, seperti mendongeng, komedi tunggal, menulis cerkak, dan membaca geguritan, dengan menggunakan bahasa daerah.

“Jadi, penggunaan bahasa daerah tidak hanya sebatas pembelajaran formal, sesuai dengan penerapan Kurikulum Merdeka Belajar,” tambahnya.

Syarifuddin menuturkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan kekayaan bahasa daerah terbesar kedua di dunia, yakni 718 bahasa, di bawah Papua Nugini dengan 829 bahasa daerah.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Pemodernan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Shintya, M.S., menyatakan bahwa kegiatan tersebut diikuti 140 guru bahasa Jawa dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Dalam kegiatan bimtek itu, para guru bahasa Jawa dan pengawas akan mendapatkan pembekalan materi bahasa daerah, yakni bahasa Jawa.

“Tahun ini ada penambahan mata lomba pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jawa Tengah 2024. Jika tahun lalu hanya menulis dan membaca bahasa Jawa, mendongeng, pidato, dan menulis cerita cekak, saat ini ada tambahannya, yakni membaca geguritan, nembang macapat, dan komedi tunggal,” jelasnya. St

You Might Also Like

Aksi Nyata Marimas Ecobricks Bersama Masyarakat Selamatkan Bumi
Pemerintah Bangun Jalan Lingkar Sepaku di Kaltim untuk Permudah Konektivitas ke IKN
Cek Kondisi Warga, Ahmad Luthfi Serahkan Bantuan Bagi Korban Terdampak Rob di Pemalang
Relokasi Bagi Warga Terdampak Erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki Disiapkan 
Gugah Semangat Mahasiswa KKN, Menteri Wihaji: Bangun Desa Lewat Gagasan, Bukan Sekadar Papan Nama
TAGGED:Balai Bahasa Provinsi Jawa TengahGelar Bimtek Pengajar UtamaRevitalisasi Bahasa Daerah Tingkat SMP
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?