By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: PWI Jateng dan FH Unissula Bekali Skill Menulis Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

PWI Jateng dan FH Unissula Bekali Skill Menulis Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

Last updated: 3 Maret 2024 19:08 19:08
Jatengdaily.com
Published: 3 Maret 2024 19:08
Share
PWI Jawa Tengah bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (FH Unissula) Semarang menggelar Sekolah Jurnalistik angkatan XVIII secara daring pada Minggu 3 Maret 2024.Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – PWI Jawa Tengah bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (FH Unissula) Semarang menggelar Sekolah Jurnalistik angkatan XVIII secara daring pada Minggu 3 Maret 2024.

Acara pembukaan dipandu wartawan senior RRI Semarang, Bakhtiar Rivai dan diikuti oleh 26 mahasiswa FH Unissula. Meskipun sekolah ini dilaksanakan secara virtual, para peserta bersemangat menyimak pelajaran dari pemateri hingga tuntas.

Hadir dalam pembukaan secara daring, Dekan FH Unissula Dr Hawade Hafidz SH MH, Wakil Dekan II Arpangi SH MH, Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS, serta dua pemateri R Widiyartono dan Setiawan Hendra Kelana.

Ketua PWI Jateng, Amir Machmud NS, dalam sambutan pembukaan menyampaikan terima kasih kepada FH Unissula yang telah menjalin sinergitas dengan PWI Jateng untuk mengadakan sekolah jurnalistik. Apalagi kegiatan ini dijadikan sebagai persyaratan atau pendamping dalam proses wisuda mahasiswa.

Amir menegaskan, sekolah jurnalistik adalah salah satu upaya dari PWI untuk memberikan soft skill atau kecakapan hidup kepada mahasiswa, bukan saja keterampilan mendokumentasikan peristiwa dan menyampaikan gagasan lewat tulisan, tapi jauh lebih dari itu adalah membekali skill mahasiswa saat bersaing di dunia kerja.

”Kemampuan menulis ini akan menjadi faktor pembeda antara lulusan FH Unissula dengan lulusan dari perguruan tinggi yang lain. Di sini mahasiswa akan dikenalkan dan diasah kemampuan mendapatkan ide tulisan dan menuliskannya dalam bentuk opini yang ringan, ilmiah, dan enak dibaca,” kata Amir.

Di bagian lain, Dekan FH Unissula Jawade Hafidz menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh 26 mahasiswa karena Unissula merencanakan 4 kali prosesi wisuda pada tahun 2024. Hal ini membuat jumlah peserta pada setiap kegiatan terbatas. Namun, ia juga menegaskan bahwa akan ada kegiatan serupa dalam tiga bulan ke depan.

Sementara itu, dalam Sekolah Jurnalistik tersebut, Pemimpin Redaksi Suarabaru.id, R Widiyartono membawakan materi “Teknik Penulisan Artikel Ilmiah Populer dan Praktik Menulis Artikel Ilmiah Populer”, sedangkan Sekretaris PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana membahas topik “Konvergensi Media, Hukum Pers dan Etika Komunikasi”.

R Widiyartono mengatakan, dalam ilmu jurnalistik, artikel adalah salah satu bentuk tulisan nonfiksi berisi fakta dan data diserta sedikit analisis dan opini dari penulisnya. Ciri-ciri artikel sendiri, ditulis disertai nama, temanya menyangkut kepentingan orang banyak, referensial dan disajikan dalam bahasa sederhana dan komunikatif.

”Siapa saja bisa menjadi penulis artikel. Syaratnya tentu saja menguasai teknik menulis, suka membaca, punya intelektualitas mencukupi, dan kepekaan sosial yang memadai,” kata salah satu wartawan Jateng yang baru saja mendapatkan penghargaan Press Card Number One dari PWI Pusat.

*Menyelami Produk Jurnalistik*

Sementara Setiawan Hendra Kelana mengajak mahasiswa untuk menyelami rambu-rambu media dalam memproduksi produk jurnalistik. Iwan, panggilan akrab Sekretaris Redaksi Suara Merdeka itu mengatakan, betapa dalam menjalankan tugasnya wartawan harus berpegang teguh pada kode etik jurnalistik.

Iwan mencontohkan, bagaimana wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi untuk menerima suap, dilarang menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa. Termasuk etika menuliskan identitas pelaku di bawah umur, dan alamat tempat kejadian perkara.

”Dengan belajar UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik, kita akan paham ketika terjadi masalah dalam produk jurnalistik, apakah ini masuk sengketa pers atau bukan, pelanggaran UU Pers atau UU ITE,” ujar salah satu wartawan Jateng yang menjadi asesor Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ini. st

You Might Also Like

Penyerahan Mahasiswa Magang ITB Semarang
Dekan Psikologi Undip Profesor Dian Ratna Sawitri menangkan Griffith Health’s 2023 Outstanding International Alumnus Award
Bingung Mau Kuliah Dimana, Berikut 10 PTS Terbaik Yang Direkomendasikan
Hadiri Olimpiade Pendidikan Tingkat Nasional, Wali Kota Semarang Puji USM Keren Banget
Ajak Hidup Bersih, KKN UPGRIS Kelompok 105 Bagikan Tempat Sampah
TAGGED:Bekali Skill Menulis MahasiswaFH UnissulaHadapi Dunia Kerjapwi jateng
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?