By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Santri Harus Bisa jadi Pionir Perdamaian
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Santri Harus Bisa jadi Pionir Perdamaian

Last updated: 23 Oktober 2019 18:55 18:55
Jatengdaily.com
Published: 23 Oktober 2019 08:45
Share
Para santri dari perwakilan pondok pesantren memperingati Hari Santri Nasional 2019. Foto: Wing
SHARE

PEMALANG (Jatengdaily.com)– Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2019, para santri dari perwakilan pondok pesantren se Pemalang, pelajar, Ansor, Fatayat serta para alim ulama menyelenggarakan upacara di halaman pendopo kabupaten Pemalang, Selasa (22/10/2019).

Dalam tema “Santri Unggul Indonesia Makmur” menegaskan bahwa peran dan posisi santri saat ini sangat strategis. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Pemalang Dr H Junaedi SH. MM.

“Melalui tema Santri Unggul Indonesia Makmur kita tegaskan posisi strategis santri bagi bangsa dan negara, baik di bidang ilmu agama, sosial dan kemasyarakatan. Sesuai karakter para Kiai pesantren yang tidak berhenti memberikan inspirasi dan inovasi, semoga melalui momentum ini santri pada zaman modern seperti sekarang, juga diharapkan mampu berkiprah disegala bidang dalam semua lini kehidupan,” kata bupati.

Bupati juga menyoroti mengenai globalisasi yang menyebabkan seakan dunia dalam genggam, seakan tipisnya batas negara menjadikan bangsa Indonesia harus introspeksi dan memperkuat persatuan dan kesatuan. Lebih lanjut bupati mengatakan, di era globalisasi, batas antar negara.

Semakin menipis, ini menjadi hal yang penting untuk tetap teguh dan utuh dalam menjaga Republik Indonesia. Sebagai bangsa yang kedaulatan negara kesatuan multikultural, Indonesia dihadapkan pada dua hal bersamaan yakni keuntungan dan sekaligus ancaman.

Bupati Pemalang berfoto bersama forkompinda usai upacara peringatan hari santri nasional 2019. Di hadapan para santriawan/santriwati serta Forkompinda Kabupaten Pemalang, ketua DPRD Kabupaten Pemalang, bupati menjelaskan bahwa dengan adanya kondisi multikultural dapat menjadi peluang yang menguntungkan.

Memiliki kekayaan alam yang berlimpah dan keragaman sumber daya manusia dimiliki. Baik itu agama, etnis, suku, budaya maupun bahasa yang dapat menjadi modal kekuatan untuk kemajuan Indonesia dalam memenangkan persaingan global.

Bupati juga menggarisbawahi adanya keberagaman tersebut dapat pula menjadi ancaman bagi jalannya proses kehidupan bernegara.

“Sebagai contoh yang saat ini sedang menjadi musuh kita bersama adalah merebaknya kembali paham radikalisme dan fanatisme. Kita di hadapkan kepada berita bohong atau hoaks dan berbagai ujaran kebencian atau hate speech kepada golongan tertentu. Kerukunan dan perdamaian di negeri ini yang telah terpelihara dengan baik dan membentang dari belasan ribu pulau kemudian menjadi terancam. Perbedaan seolah-olah dipandang sebagai sesuatu yang harus diperdebatkan,” jelas bupati.

Salah satu pertunjukan di peringatan hari santri nasional 2019 di Kabupaten Pemalang. Sebagai masyarakat terdidik dan memiliki adab bermasyarakat, kalangan santri dan pondok pesantren diharapkan mampu sebagai pioner perdamaian. Pesantren harus mampu dan berkontribusi terhadap transformasi keilmuan dan merawat khazanah kearifan lokal di masyarakat.

Selesai upacara, diserahkan sumbangan dan penghargaan ke pondok pesantren dan santri berprestasi. Kegiatan selanjutnya, Bupati dan Forkompinda serta tamu undangan menuju ke panggung kehormatan untuk melihat atraksi pencak silat dari perguruan pencak silat Pagar Nusa, tari sufi serta anggota karnaval yang terdiri dari para santri se Kabupaten Pemalang. Wing-she

You Might Also Like

30 Kg Ganja Diamankan, Ditaburi Kopi agar Tak Berbau
Peserta Kemah Rohis Virtual Dibekali Literasi Digital Keislaman
Harga Cabai Mahal, Cabai Kering Banyak Diminati
Pemerintah Janji Segera Cari Langkah Atasi Kelangkaan Minyak Goreng di Pasaran
Roy Jeconiah Nge-Congrock di TBRS
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?