DEMAK ( Jatengdaily.com)- Upaya masif pencegahan penyalahgunaan narkotika dilakukan Pemkab Demak. Tak hanya berkoordinasi jajaran Polres Demak, kelompok ibu-ibu pun digandeng untuk menjaga keluarga dan mengajarkan pada anak-anak mereka khususnya, tentang bahaya narkotika bagi masa depan bangsa.
Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE menyampaikan, peredaran narkotika di Demak saat ini sudah pada taraf meresahkan. Maka itu Pemda melalui Dinas Sosial Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) Kabupaten Demak merangkul gabungan organisasi wanita untuk melakukan pencegahan secara intensif dan masif.
“Ibu-ibu ini penggerak keluarga. Madrasah pertama bagi anak-anaknya. Maka dengan menggandeng ibu-ibu GOW, kami berharap mereka bisa mengajarkan pada anak-anak tentang bahaya narkoba. Sehingga jika ada yang menyimpang bisa dapat segera dicegah. Dengan begitu generasi muda dan masa depan bangsa kita terhindar dari kehancuran,” kata bupati, didampingi Plt Kepala Dinsos P2PA Kabupaten Demak H Agus Herawan SIP MSi, Selasa (07/05/2024).
Lebih dari itu, menurut bupati, ibu-ibu adalah sosok paling unggul dalam hal sosialisasi. Melalui kalimat-kalimat persuasif dan kehangatan pribadi seorang ibu, optimis ikhtiar pencegahan penyalahgunaan narkotika akan lebih mengena sasaran.
“Apa jadinya jika generasi muda sudah terpapar narkotika, serta mengonsumsi minuman beralkohol? Monggo ibu-ibu yang pastinya memiliki jaringan luas, bersama cegah peredaran narkoba sehingga generasi muda kita tidak mencoba. Meski seorang perkembangan jaman, pengaruh teknologi sungguh luar biasa,” imbuh bupati.
Hadir sebagai narasumber pada kegiatan yang berlangsung di Gradhika Bina Praja Kabupaten Demak dan diikuti puluhan ibu-ibu pengurus GOW tersebut Kasat Narkoba Polres Dmeka AKP Tri Cipto. Serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Demak Hj Nuraeni Akhmad Sugiharto.
“Mari bersama dan bersinergi cegah narkoba, sebagaimana upaya intensif menurunkan angka stunting yang berhasil dilakukan Pemkab Demak. Hingga pada 2023 angka stunting di Kabupaten Demak terendah di Jateng yakni sekitar 9 persen. Dibawah standar nasional,” tandas bupati. rie-she


