SEMARANG (Jatengdaily.com)- Sebanyak 60 orang yang merupakan tokoh masyarakat, karang taruna, para pejabat Kelurahan Pandean Lamper dan Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang mengikuti praktik memadamkan api pada gas elpiji yang dipandu oleh Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran, Ade Bhakti Ariawan bersama timnya, Rabu (15/5/2024), di Halaman Kantor Kelurahan Pandean Lamper. Hadir juga Kepala Seksi Perekonomian dan Kesejahteraan Sosial Kelurahan Pandean Lamper, Ita Hidayatullah yang turut dalam praktik pemadaman api tersebut.
Ade Bhakti Ariawan, menjelaskan pelatihan pemadam kebakaran ini merupakan kegiatan rutin pelayanan kepada masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan. “Tujuannya supaya mengetahui persis bagaimana kejadian awal kebakaran yang diminimalisir kejadian awal. Selain itu, juga mengajarkan agar masyarakat tidak panik dan takut saat kejadian,” katanya.
Karena tercatat, pada tiga menit pertama merupakan kejadian yang krusial. Peserta dalam kesempatan ini melakukan praktik cara memadamkan api di tong menggunakan karung basah, Apar media gas, dan Apar media powder, serta gas elpiji bocor. “Memang melihat api yang besar kita jadi takut, tapi sumbernya itu kecil bisa diselesaikan, supaya apinya bisa mati,” katanya.
Beberapa ibu yang awalnya takut memadamkan api di gas elpiji menggunakan jari telunjuk, kini sudah tidak khawatir. Karena merupakan contoh kebakaran di ujung regulator. “Regulatornya dicopot saja, kalau di dekat kompor, kompornya dimatikan,” katanya.
Tujuannya bisa meningkatkan logikanya agar para ibu tidak takut lagi dengan api, kata dia, sehingga api dapat dikendalikan dan meminimalisir kebakaran di Kota Semarang. “Hari ini ada lima tempat edukasi pelatihan pemadam kebakaran” katanya. she


