By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Grebeg Besar Demak, Sinergitas dan Kemaslahatan Umat
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Grebeg Besar Demak, Sinergitas dan Kemaslahatan Umat

Last updated: 17 Juni 2024 16:39 16:39
Jatengdaily.com
Published: 17 Juni 2024 16:39
Share
Bupati Demak dr Hj Eisti'anah saat menyerahkan uba rampe untuk jamasan pusaka Sunan Kalijaga, keris Kiai Carubuk dan ageman Kutang Antakusuma di Kasepuhan Kadilangu kepada Lurah Tamtama. Foto : sari jati
SHARE

DEMAK (Jayengdaily.com) – Tradisi Grebeg Besar Demak 2024 sukses digelar, Senin (17/06/2024). Berkat sinergitas Pemkab Demak dan Kasepuhan Kadilangu, serta dukungan sejumlah pihak terkait, agenda pelestarian budaya dan tradisi jamasan pusaka warisan Sunan Kalijaga yang digelar pada Hari Iduladha itu mampu mengangkat pariwisata ke kancah nasional dan internasional. Hingga bermuara kemaslahatan umat.

Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE didampingi Wabup KH Ali Makhsun MSi dan Sekda H Akhmad Sugiharto ST MT menyampaikan, terimakasih atas sinergitas dan dukungan banyak pihak, sehingga rangkaian kegiatan Grebeg Besar Demak sukses digelar. Bahkan berhasil menorehkan dua rekor MURI sekaligus, kategori sajian ancakan terbanyak dan iring-iringan tumpeng dan gunungan terbanyak.

“Terimakasih kami aturkan kepada Keluarga Besar Ahli Waris Sunan Kalijaga, yang telah bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemda Demak. Serta sejumlah pihak yangvtelah mendukung upaya nguri-nguri tradisi budaya peninggalan Walisanga saat penyebaran ajaran Islam. Termasuk jamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga yakni keris Kiai Carubuk dan ageman Kutang Antakusuma,” kata bupati.

Seperti diketahui, ancakan adalah sajian berisi nasi dan lauk pauk yang ditata sedemikian rupa di atas jalinan bambu serta ditutup daun jati. Kemudian diperebutkan masyarakat yang berniat ‘ngalap berkah’ Sunan Kalijaga. Sedangkan iring-iringan tumpeng songo, merupakan wujud syukur atas hasil bumi yang berlimpah.

Sebagai bagian dari inovasi dan kreatifitas di tengah upaya mempertahankan pakem, bupati menambahkan, mulai tahun ini tumpeng songo ditambah jumlahnya menjadi 90 gunungan hasil bumi. Dijadikan total sebanyak 99 pucuk dimaksudkan mengantisipasi rebutan massal yang berujung kemubadziran. Di samping juga ‘ngalap berkah’ Sultan Fatah untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kota Wali.

“Terhitung mulai tahun ini juga, saya atas nama pemda hadir tak hanya saat jamasan pusaka Eyang Sunan Kalijaga saja, namun juga saat hantaran Abon-abon dari Keraton Kasunanan Surakarta serta prosesi Ancakan. Selain untuk semakin mengeratkan silaturahmi, lagi-lagi tentunya berharap berkah Sang Walisongo, yakni Sunan Kalijaga untuk kemakmuran masyarakat,” pungkasnya. rie-St

 

 

You Might Also Like

Desember Curah Hujan di Jateng Diprediksi Meningkat 40 Persen
Teliti Network Career Resilience, Dekan Fakultas Psikologi Unissula Raih Doktor dari PDIM
Program Ners Unissula Lulus 100%
Unissula Realisasikan Kuliah Gratis Melalui Tiga Program Beasiswa
Presiden Prabowo Yakin Indonesia Tak Lagi Impor BBM 5 Tahun Mendatang
TAGGED:grebeg besar demakSinergitas dan Kemaslahatan Umat
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?