
SEMARANG (Jatengdaily.com)-Program Studi Magister Manajemen (MM) STIE SEMARANG (STIEMA) Semarang, semakin moncer dengan diperolehnya Akreditasi B (Baik Sekali) dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA).
Direktur Pascasarjana Magister Manajemen STIE Semarang Dr St Sunarto MS mengatakan, dengan diperolehnya akreditasi B maka memberikan kesempatan juga bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk kuliah di STIE SEMARANG.
”Saat ini Prodi MM STIE SEMARANG sudah memiliki sebanyak 142 mahasiswa dari lima angkatan semester ganjil dan semester genap. Pada 13 Juli nanti, mewisuda 28 lulusan,” jelasnya, Rabu (3/7/2024).
Sementara itu, Wakil Direktur Program Studi Magister Manajemen yang juga Ketua Prodi Magister Manajemen STIE SEMARANG, Dr Rokhmad Budiyono SPd MM mengatakan, akreditasi ini berlaku lima tahun sejak diterbitkan pada 28 Juni 2024.
Perolehan akreditasi B tersebut, setelah sebelumnya LAMEMBA melakukan visitasi Assesmen Lapangan (AL) dengan menugaskan asesor yakni Prof Dr Abdul Razak Munir SE MSi MMktg CMP dari Universitas Hasanudin dan Prof Dr Lim Sanny ST MM dari Universitas Bina Nusantara.
Diakui, jika animo masyarakat untuk kuliah di MM STIE SEMARANG, tinggi. ”Namun kami membatasi penerimaan mahasiswa baru untuk menjaga kualitas,” jelas Rokhmad Budiyono.
Lebih lanjut menurutnya, MM STIE SEMARANG menekankan materi pada pemahaman dan penguasaan manajemen pemerintahan, manajemen pemasaran, manajemen kewirausahaan dan konsep-konsep kunci sumber daya manusia (SDM), alat, dan teknologi yang dibutuhkan oleh para profesional masa depan.
Sementara itu, Ketua STIE Semarang, Cahyani SE MM mengatakan, prodi ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan manajemen bisnis, kerangka teori, keterampilan terapan dengan penguasaan teknologi untuk mendukung kompetensi mereka sebagai pemimpin masa depan dalam bidang organisasi dan bisnis.
Untuk itu mahasiswa pascasarjana didukung untuk memperdalam pengetahuan yang berkualitas, agar mampu menjadi profesional di bidang pekerjaan yang ditekuni. Pengetahuan yang berkualitas tidak hanya memiliki kognitif yang tinggi, namun yang lebih utama adalah menjadi manusia yang memiliki perilaku yang bermanfaat bagi organisasi. Benefit yang diterima lulusan hanyalah akibat dari peningkatan kualitas dirinya sendiri, bukan karena sebab yang diberikan organisasi. she


