DEMAK (Jatengdaily.com)- Sebanyak 50 anggota DPRD Kabupaten Demak masa bakti 2024-2029 resmi dilantik, Rabu (14/08/2024). Bertempat di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Demak, pengambilan sumpah janji dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Demak Mohammad Faozan Hariyadi SH MH.
Hadir dalam agenda negara tersebut, Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE didampingi Wabup KH Ali Makhsun MSi. Di samping juga jajaran Forkompimda, kepala OPD, camat, perwakilan Kades dan Lurah. Serta tentunya keluarga dan pendukung ke-50 anggota DPRD Kabupaten Demak yang kini resmi menjadi anggota legislatif.
Terpilih sebagai pimpinan sementara DPRD Kabupaten Demak hingga terpilihnya pimpinan DPRD difinitif adalah anggota DPRD dari dua partai politik dengan perolehan kursi terbanyak pada Pemilu 2024. Mereka adalah H Zayinul Fata SE, yang tak lain adalah Ketua DPC PKB Kabupaten Demak. Serta HS Fahrudin Bisri Slamet SE, yang juga merupakan Ketua DPC PDIP Kabupaten Demak.
Usai serah terima palu kepemimpinan dari pimpinan lama kepada pimpinan sementara, Zayinul Fata sebagai Pimpinan Sementara DPRD menyampaikan, terimakasih kepada anggota DPRD periode 2019-2024.yang berdedikasi mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk membangun Kabupaten Demak selama lima tahun ini.
“Kepada rekan-rekan anggota DPRD Kabupaten Demak yang baru dilantik, selamat datang dan selamat bekerja untuk rakyat. Jangan pernah lelah memperjuangkan aspirasi rakyat,” ujarnya.
Wakil rakyat yang terpilih tak lain adalah pemimpin di daerah yang diwakilinya. Kepemimpinan, menurut Zayinul Fata, adalah sebuah karakter untuk membangkitkan keyakinan. Pemimpin mengarahkan tujuan yang dipimpinan.
Dalam demokrasi, pemimpin harus disiapkan. Termasuk saat menyongsong Indonesia emas, pemimpin harus mampu berpikir strategis dengan mengedepankan soft skill. Sebagaimana Gus Dur, tokoh kharismatik, yang tak pernah ada tekanan dan kekerasan dalam membuat kebijakan. Sebab yang penting dalam politik adalah kemanusiaan.
Disebutkan pula, Kabupaten Demak memiliki catatan sejarah sebagai pusat penyebaran agama Islam di Jawa. Diawali masa pemerintahan Sultan Fatah yang didampingi Walisongo. “Dari spirit juang para leluhur menjadi dasar fundamental para pemimpin Demak sekarang ini,” tuturnya.
Selain itu juga menciptakan inovasi yang berorientasi meningkatkan pelayanan publik. Menjadi solusi, bukan mengulang perencanaan program yang kurang berarti. “Mari bersama wujudkan stabilitas politik, sosial dan ekonomi. Demi terwujudnya Kabupaten Demak yang Bermartabat, Maju, Sejahtera. rie-she


