By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Jelang Musim Hujan, Waspadai Tiga Potensi Bencana
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Jelang Musim Hujan, Waspadai Tiga Potensi Bencana

Jatengdaily.com
Published: 24 November 2019 09:58
Share
Kalak BPBD Kabupaten Demak HM Agus Nugroho LP saat memimpin rakor mitigasi bencana berpotensi terjadi menjelang musim hujan. Foto: rie
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Menghadapi musim penghujan, ada tiga potensi bencana perlu diwaspadai, yakni banjir, angin puting beliung dan tanah longsor. Mengantisipasi ketiga ancaman bencana tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak menggelar rapat koordinasi lembaga instansi terkait.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak HM Agus Nugroho LP menuturkan, penanggulangan bencana adalah tugas dan tanggungjawab bersama. Maka itu kerjasama koordinasi wajib dilakukan sejak awal dengan melibatkan semua pihak.

Mulai dari pemerintah desa, utamanya wilayah-wilayah terkategori potensi bencana. Lanjut pemerintah kecamatan, hingga lembaga instansi terkait, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga pemerintah pusat.

Sebagai contoh, informasi BMKG, musim hujan mulai bulan Desember 2019. Sedangkan puncaknya diperkitakan terjadi di bulan Januari – Februari 2020.

Sehubungan itu berbagai kegiatan antisipasi dapat dilakukan. Seperti perbaikan tanggul sungai, membersihkan sungai dari sampah, hingga memperbaiki pintu air yang rusak, sebagai upaya antisipasi bencana banjir.

“Termasuk menyiapkan sak atau karung plastik untuk meninggikan atau memperbaiki tanggul-tanggul sungai secara darurat. Mengaktifkan kembali posko posko bencana, mengecek peralatan seperti perahu karet, genset, senso, lampu emergency, dan masih banyak lagi,” ujarnya baru-baru ini.

Selain itu memangkas dahan pohon-pohon besar dan tinggi yang rawan roboh atau patah, sebagai upaya memgantisipasi bencana angin puting beliung. Serta melaksanakan kegiatan penghijauan atau penanaman kembali hutan atau lahan gundul untuk mengantisipasi bencana tanah longsor.

Namun lebih dari itu, lanjut Agus Nugroho, masyarakat hendaknya sejak dini mampu mengenali ancaman bencana. Selanjutnya mengantisipasi akibatnya, dan menyiapkan strategi untuk.mengurangi risikonya.

“Namun lebih penting lagi dari itu semua adalah membudayakan sadar bencana pada masyarakat, dengan menjaga kelestarian alam, sambil tak lupa bersedekah, sehingga alam pun akan menjaga kita,” pungkasnya. rie-yds

You Might Also Like

Telkom Minta Masyarakat Ikut Mengawasi, Pencurian Kabel Tembaga Berakibat Timbulkan Gangguan Layanan Telekomunikasi
Kemenhub Perkirakan 3,9 Juta Orang Mudik Naik Pesawat di Libur Nataru
Sebagian Besar Penambahan Kasus Positif COVID-19 OTG
Peduli Terdampak Covid-19, GP Ansor Jateng Bagikan 2.700 Paket Sembako
Berbagi Bersama Indahnya Ramadan, SIG Salurkan Bantuan Rp10,84 Miliar
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?