By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Petugas OTT Sarang Tawon Endas
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Petugas OTT Sarang Tawon Endas

Last updated: 2 Desember 2019 09:44 09:44
Jatengdaily.com
Published: 1 Desember 2019 13:08
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Dalam sehari, petugas pemadam kebakaran Kabupaten Semarang melakukan Operasi Tangkap Tawon (OTT) empat sarang tawon vespa affinis atau yang familiar disebut tawon Endas. Tawon tersebut ada yang bersarang di dekat pemukiman warga dan ada juga yang di perkebunan.

Kabid Damkar dan Linmas Satpol PP Kabupaten Semarang, Aris Muji Widodo, mengatakan evakuasi sarang tawon pada Jumat (29/11/2019) malam tersebut dilaksanakan di tempat berbeda. “Kita menamakan gerakan ini sebagai OTT atau Operasi Tangkap Tawon yang informasi keberadaan sarangnya berasal dari informasi warga,” paparnya, Minggu (1/12/2019).

Operasi Tangkap Tawon (OTT) pertama dilakukan di rumah Jatmono yang beralamat di Perum Indah Permai Kupang Rejo RT 1/RW 10. Selanjutnya dilakukan di lingkunganTegal Sari, Desa Pringapus RT. 06 / RW. 03, Pringapus, dan lingkungan Tegal Sari, Desa Pringapus RT. 09 / RW. 3, Pringapus. “Terakhir di Perum Wonosari Dusun Sambeng, Desa Wonoyoso, RT. 01/RW. 08, Kecamatan Pringapus,” jelasnya.

Aris mengatakan, masyarakat yang mengetahui keberadaan sarang tawon ndas, diharapkan segera melapor ke petugas pemadam kebakaran. “Baiknya segera lapor ke petugas agar di-OTT. Ini sebagai antisipasi agar tidak ada korban karena serangan saat pemindahan sarang tersebut,” ujarnya. Petugas pemadam, lanjutnya, saat mengevakuasi telah memiliki keterampilan dan pakaian safety sehingga tidak akan sakit jika diseramg tawon.

Menurutnya, sampai saat ini serangan tawon ndas ke warga belum ada yang tercatat di laporan. “Kalau serangan mungkin ada, tapi untuk korban belum ada laporan. Ya kami berharap tidak ada korban,” tegas Aris.

Dia menilai tawon Endas merupakan binatang yang berbahaya apalagi sarangnya seringkali di dekat pemukiman. “Selagi koloninya belum membesar, kita upayakan memusnahkan sarangnya di malam hari saat hewan tersebut sedang berkumpul,” ujarnya. adry-she

You Might Also Like

Mahasiswa Jepang Kunjungi Sekolah Pinggiran
Tol Solo-Yogya Telah Resmi Beroperasi, Masyarakat Senang Menggunakannya
FT Unissula Jalin Kerjasama dengan Gdansk University of Technology Polandia
Soal Penemuan Obat Covid-19, JK: Tunggu Keputusan BPOM
PPSDM Migas Asah Siswa Teori dan Praktik Lapangan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?