By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Farmasi Unissula Beri Sosialisasi Kesehatan ke Komunitas Tuli Semarang
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Farmasi Unissula Beri Sosialisasi Kesehatan ke Komunitas Tuli Semarang

Last updated: 19 September 2024 12:20 12:20
Jatengdaily.com
Published: 19 September 2024 12:20
Share
Dua dosen Fakultas Farmasi Unissula memberikan sosialisai kesehatan kepada komunitas tuli di Semarang. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Dua dosen Fakultas Farmasi Unissula memberikan sosialisai kesehatan kepada komunitas tuli di Semarang. Mereka adalah apt Fildza Huwaina Fathnin MKes dan apt Eka Wulansari MFarm. Terdapat 60 peserta yang berasal dari beberapa komunitas. Diantaranya komunitas Katun Ungu, Adeco, AWB, Gerkatin, Koturos, Alda, MPD, DPC Gerkatin Kota Semarang, Tim Bisindo Semarang, serta DPD Gerkatin Jawa Tengah. Sosialisasi juga difasilitasi oleh penerjemah bahasa isyarat (JBI). Sosialisasi ini dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, Kamis (19/9/2024).

apt Fildza Huwaina Fathnin MKes menganggap sosialisasi ini penting untuk mengatasi keterbatasan informasi. “Karena komunitas tuli seringkali mengalami keterbatasan akses informasi, termasuk akses kesehatan. Hal ini karena terbatasnya media yang dapat diakses oleh komunitas tersebut. Terutama untuk mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan obat-obatan,” ungkapnya.

Selain itu menurut data lebih dari 84,34% masyarakat melakukan pengobatan mandiri, dan 50,7% rumah tangga mengelola obat di rumah. Namun pengelolaan obat yang tidak benar dapat berdampak buruk secara klinis, lingkungan, maupun ekonomi.

Sehingga diharapkan komunitas tuli dapat memperoleh pengetahuan yang lebih baik dalam pengelolaan obat secara mandiri. Selain itu mereka juga mendapatkan materi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat) serta penggunaan obat tradisional yang aman dan tepat.

Fakultas Farmasi Unissula juga berharap dapat menjadi pelopor edukasi kesehatan yang inklusif di kalangan akademisi dan praktisi kesehatan. Keterlibatan komunitas tuli dalam program ini membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, hambatan komunikasi bukanlah penghalang untuk mencapai pemahaman kesehatan yang lebih baik. she 

You Might Also Like

Warga Desa Randugunting Tumbuhkan Gerakan Kelola Sampah Mulai dari Rumah
ASN di Jateng Diminta Genjot Kinerja pada Tahun 2026
Usai Kalahkan Persiba, Persis Solo Fokus Hadapi Semifinal
18 Kabupaten dan Kota di Jateng Masih Zona Merah Covid-19
Ganjar Minta Pengusaha Tidak Lakukan PHK
TAGGED:Farmasi UnissulaKomunitas Tuli Semarang
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?