By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Awal Musim Hujan di Jateng Dimulai Akhir September dan Oktober, Puncaknya pada Februari 2024
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Awal Musim Hujan di Jateng Dimulai Akhir September dan Oktober, Puncaknya pada Februari 2024

Last updated: 25 September 2024 16:51 16:51
Jatengdaily.com
Published: 25 September 2024 16:51
Share
Keterangan Gambar : Prakiraan Musim Hujan 2024/2025 Provinsi Jawa Tengah. Sumber: BMKG/mediacenter.temanggungkab.go.id
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Stasiun Klimatologi Jawa Tengah sebagai Unit Pelaksana Teknis BMKG di Provinsi Jawa Tengah setiap tahun menerbitkan Buku Prakiraan Musim Hujan dan Prakiraan Musim Kemarau daerah Provinsi Jawa Tengah. Buku Prakiraan Musim Hujan diterbitkan setiap bulan September dan Prakiraan Musim Kemarau setiap bulan Maret.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Sukasno, seperti dilansir dari laman temanggungkab.go.id, paa Rabu (25/9/2024) mengatakan, berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, serta memperhatikan perkembangan kondisi fisis dan dinamika atmosfer regional, maupun global yang sedang berlangsung, serta kecenderungannya yang dapat mempengaruhi kondisi iklim di Jawa Tengah, dengan ini disampaikan :

ENSO (El Niño Southern Oscillation) sampai dengan Dasarian ke-1 bulan September 2024 dalam kondisi Netral diprakirakan menuju La Nina mulai periode September – Oktober – November 2024 (Update Dinamika Atmosfer pada Dasarian ke-1 Bulan September 2024). IOD (Indian Ocean Dipole) menunjukkan kondisi Netral dan diprediksi bertahan hingga awal tahun 2025. Anomali suhu permukaan laut perairan Indonesia pada Oktober 2024 hingga Maret 2025 diprediksi hangat (lebih hangat dari rata-ratanya). Monsun Australia diprediksi masih aktif pada Oktober 2024. Pada November dan Desember 2024, angin dari barat diprediksi mulai muncul di wilayah Indonesia bagian utara.

Awal musim mujan tahun 2024/2025 di wilayah Jawa Tengah umumnya diprakirakan terjadi pada bulan Oktober 2024.

Sedangkan awal musim hujan Tahun 2024 paling awal terjadi pada akhir September 2024 yang meliputi: Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Wonosobo bagian Utara; Sebagian Kabupaten Cilacap, Tegal, Pemalang, dan Pekalongan Bagian Selatan; Sebagian Kecil Kabupaten Banyumas Bagian Utara, Brebes dan Temanggung.

Sedangkan yang paling akhir pada bulan November (Pertengahan November 2024) meliputi: Sebagian Kabupaten Rembang, Wilayah Timur Kabupaten Pati dan Wilayah Timur Laut Kabupaten Jepara.

Awal musim hujan tahun 2024/2025 umumnya diprakirakan sama dan lebih cepat atau maju dari normalnya. Sedangkan sifat hujan periode musim hujan tahun 2024/2025 umumnya Normal (N).

Sedangkan puncak musim hujan tahun 2024/2025 umumnya diprakirakan terjadi pada Bulan Februari Tahun 2025.

Sedangkan durasi/panjang periode musim hujan Tahun 2024/2025 umumnya ± 6 – 8 bulan, dengan durasi maksimal ± 9 bulan di sejumlah wilayah (Purbalingga Bagian Utara, sebagian wilayah selatan Kabupaten Pemalang dan Pekalongan, sebagian wilayah Barat Laut Kabupaten Banjarnegara).

Waspadai Cuaca Ekstrim

Memasuki masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan, dihimbau kepada masyarakat untuk waspada potensi cuaca ekstrim, seperti petir, angin kencang, puting beliung, serta hujan lebat dengan waktu singkat yang berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

Khusus pemerintah daerah dihimbau agar lebih waspada terhadap bencana hidrometeorologi dilakukan dengan perbaikan saluran air, bendungan, penguatan tanah yang labil, pemangkasan dahan yang rindang, reboisasi wilayah dataran tinggi yang gundul atau kurang vegetasi. she

You Might Also Like

Pasok 29.990 Ton Pembangunan Tol Bocimi Seksi 3, SIG Dorong Konektivitas dan Pariwisata Sukabumi
Wujud Toleransi Antarumat Beragama Harus Saling Menghormati
Tindaklanjuti Bapaslon Pelanggar Kesehatan, Bawaslu Terbitkan Surat Edaran
Keberangkatan Calon Jemaah Haji Dimulai 12 Mei 2024
Silaturahmi di Unissula, Anis Disambut Hangat
TAGGED:Awal Musim Hujan di Jatengbmkgmusim hujan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?