By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: BEM FH Unissula Tekankan Peran Mahasiswa dalam Melawan Kekerasan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

BEM FH Unissula Tekankan Peran Mahasiswa dalam Melawan Kekerasan

Last updated: 8 Oktober 2024 11:05 11:05
Jatengdaily.com
Published: 8 Oktober 2024 11:05
Share
BEM FH Unissula menyelenggarakan seminar bertemakan perempuan. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Mahasiswa memiliki peran strategis dalam melawan kekerasan seksual berbasis gender.

Melalui seminar yang membahas tentang perempuan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH Unissula mengingatkan akan peran tersebut. Hadir Sekretaris Prodi S1 Ilmu Hukum FH Unissula Dr Ida Musofiana SH MH sebagai narasumber, Selasa (8/10/2024).

Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unissula tersebut menjelaskan cara mencegah, melawan, juga menangani segala bentuk kekerasan. Terutama perempuan. “Perempuan sering dipandang sebagai objek seksual, dianggap sebagai kelompok yang tidak berdaya, dan perempuan masih sering dikaitkan dengan konsep patriarki dalam norma hukum tradisional,” ungkapnya.

Dosen FH Unissula tersebut menambahkan yang menjadi dasar perlindungan warga negara tercantum pada Pasal 28G ayat (1) UUD 1945. Dimana pasal tersebut mengatur hak setiap orang mendapatkan perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda. Selain itu juga mengatur hak untuk mendapatkan rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan.

Winanto SH MH melanjutkan kekerasan gender sering disamakan dengan kekerasan terhadap perempuan. “Meskipun di jaman sekarang tidak hanya perempuan yang menjadi korban, tetapi ada pula laki-laki yang menjadi korban” jelasnya.

Pihaknya menjelaskan keadilan gender muncul karena adanya kekhawatiran bahwa istilah “kesetaraan gender” tidak akan optimal. Baik tatanan konsep maupun implementasinya. Maka diperlukan analisis gender sebagai konsep yang digunakan untuk mengenali adanya ketidakadilan, akibat perbedaan relasi sosial laki-laki dan perempuan. she

You Might Also Like

Webinar HUT BPSDM ESDM; Jumlah Migas Indonesia Masih Besar
Genjot Percepatan Vaksinasi, Dinkes Boyolali Perlu Edukasi Masyarakat
Terinspirasi Surya Sahetapy, Ganjar Ingin Bahasa Isyarat Masuk Materi Belajar Sekolah
Libur Nataru, Kemenkes Siapkan 1.547 Posko Kesehatan di Sejumlah Ruas Jalan
Trump Tunda Tarif Resiprokal AS, Saatnya Indonesia Perkuat Posisi di Pasar Global
TAGGED:BEM FH Unissulaseminar perempuan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?