By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Menko PM Sebut Pesantren Harus Jadi Pionir Pendidikan Antikekerasan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Menko PM Sebut Pesantren Harus Jadi Pionir Pendidikan Antikekerasan

Last updated: 23 Oktober 2024 06:41 06:41
Jatengdaily.com
Published: 23 Oktober 2024 06:41
Share
Para santri Ponpes Al Amanah Weding Demak. Foto: dok
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyebut pesantren harus menjadi pionir atau pelopor pendidikan yang mengedepankan antikekerasan kepada peserta didik, sehingga pembangunan peradaban yang mencerdaskan bisa terwujud.

Ia membeberkan, para ulama dan pemimpin pesantren terdahulu telah memberikan segalanya untuk bangsa negara, khususnya dalam mendidik anak bangsa menjadi pemimpin Indonesia, sehingga tauladan yang ditunjukkan oleh para pendahulu harus menjadi contoh untuk membangun pendidikan ke depan.

“Hari ini terjadi yang namanya ancaman darurat kekerasan di lembaga pendidikan, semua harus jujur mengakui, bukan hanya pesantren tetapi semua pendidikan yang berbasis asrama, pendidikan umum berbasis agama semua mengalami darurat kekerasan jadi semua harus menghadapinya,” ujar Menko PM Muhaimin usai menghadiri peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024 di Pondok Pesantren (Ponpes) Mahasina Darul Quran Wal Hadits, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (22/10/24) seperti dilansir dari laman humas polri.

Lebih lanjut dia membeberkan, semua pihak harus bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan itu khususnya pesantren.

Sebab, kekerasan terhadap perempuan, anak, seksual, dan sosial sangat merugikan bangsa. “Oleh sebab itu, Hari Santri Nasional harus dikukuhkan juga sebagai hari antikekerasan terhadap apa pun,” tegas Menko PM Muhaimin. she 

You Might Also Like

Asesmen Pendidikan Nasional Bagian Upaya Membangun Karakter Anak Bangsa
Pelecehan ‘Ning’ Pesantren Lirboyo Harus Dihentikan, Senator DPD Abdul Kholik Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku
Pembekalan Enam Pilar Jelang Pemilu 2024, Ini Penekanan Kapolda Jateng
Telkom Raih Gold Winner di Ajang The International ARC Awards
Peduli Nakes, CCEP Indonesia Donasikan Produk Minuman
TAGGED:hari santri nasionalMenko PM Muhaimin Iskandarsantri
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?