Idulfitri Momentum Menumbuhkan Budaya Berbagi

2 Min Read
Foto: Pixabay.com

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo HR Muhammad Syafii menegaskan pentingnya menjaga tradisi berbagi di momen Idulfitri, yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak lama.

“Budaya kita adalah saling memberi, terlebih di Hari Idulfitri. Sejak dulu, kita diajarkan untuk peduli,” ujar Wamenag Romo Syafii dilansir dari laman Infopublik.

Sebagai contoh, ia mengungkapkan bahwa setiap Lebaran, dirinya menyiapkan uang khusus untuk diberikan kepada cucu, anak-anak di sekitar rumah, serta tetangga yang membutuhkan. Menurutnya, ini bukan sekadar kepedulian, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter sejak dini.

Meskipun memberi adalah tindakan mulia, meminta, apalagi dengan cara memaksa, bukanlah budaya yang baik.

“Meminta, apalagi dengan memaksa, itu jelas bukan budaya kita. Agama tidak mengajarkan hal itu. Karenanya, tidak seharusnya dilakukan. Kita tolak itu,” tegasnya.

Puasa yang dijalankan selama Ramadan juga mengajarkan umat Islam untuk lebih peduli dan melahirkan pribadi yang dermawan.

“Agama mengajarkan untuk memberi, bukan meminta. Tangan di atas jauh lebih baik dari tangan di bawah,” lanjutnya.

Tradisi memberi saat Lebaran telah diturunkan dari generasi ke generasi, baik dalam bentuk uang, makanan, pakaian, atau bantuan lainnya.

Dengan semangat berbagi yang tulus dan menghindari praktik meminta secara paksa, diharapkan suasana Idulfitri tetap penuh kebahagiaan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat. she 

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.