Sambut Hari Tari Dunia, Sekda Akhmad Sugiharto dan Ratusan Seniman Demak Tampil di Pentas Tari 12 Jam Nonstop

3 Min Read
Sekda Akhmad Sugiharto saat tampil bersama para seniman Demak pada tari Adeging Kasultanan Demak Bintoro, pada pentas Tari 12 jam nonstop di Pendapa Natabratan Kadilangu. Foto: sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com)– Menyambut Hari Tari Dunia, Sekda H Akhmad Sugiharto ST MT tampil bersama ratusan seniman Demak pada Pentas Tari 12 jam nonstop, Minggu (27/04/2025). Acara yang berlangsung di Pendopo Notobratan, Kadilangu sejak pukul 08.00 hingga 21.00 WIB itu sekaligus untuk melestarikan kecintaan masyarakat pada seni tari dan budaya khas Kota Wali.

Sebagai bagian dari pagelaran tari bertajuk Langen Budaya Hadilangu #4 Hangukir Rum Puspadaya itu, Sekda Akhmad Sugiharto menuturkan, terimakasih pada semua. Bahkan apresiasi setinggi-tingginya ditujukan Keluarga Kasepuhan Kadilangu yang telah memfasilitasi.

“Saya berharap acara yang telah terselenggara keempat kalinya ini bisa berlangsung terus menerus setiap tahun. Sebab acara ini bisa mengumpulkan semua tokoh seni dan masyarakat. Sehingga diharapkan bisa menumbuhkan cinta seni pada diri, dan berkembang pada masyarakat luas,” ungkapnya.

Lebih dari itu diharapkan Pendapa Notobratan Kadilangu bisa menjadi titik sentral pengembangan seni budaya di Demak. “Terlebih di Notobratan ini masih tersimpan dan terjaga cagar budaya asli Kadilangu, yang mesti dilestarikan dan semakin dikenalkan pada kalangan luas,” imbuhnya.

Tak lupa sekda juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang datang menyaksikan dari awal hingga akhir acara. Menurutnya, dukungan publik menjadi semangat tersendiri bagi para seniman untuk terus berkarya.

Di sisi lain, Tampan Rama Putra Karnelis, Ketua Penyelenggara, menjelaskan acara ini merupakan program triwulanan yang rutin digelar oleh komunitas pelaku seni di Kota Wali.

“Momentum ini kami jadikan sebagai ruang kolaborasi antar-sanggar untuk mengekspresikan kecintaan terhadap seni tari. Kebetulan juga bertepatan dengan Hari Tari Dunia, jadi semakin kuat semangat kami,” ujarnya.

Acara ini melibatkan kurang lebih 30 sanggar tari dan sekitar 500 hingga 600 seniman yang menampilkan berbagai ragam tari, mulai dari tradisional hingga modern.

“Ada tari tradisi, kreasi, sampai modern. Semua kita tampilkan dalam satu panggung agar masyarakat bisa melihat kekayaan budaya yang kita miliki,” jelas Rama.

Lebih dari sekadar hiburan, Rama menekankan bahwa kegiatan ini juga bertujuan mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya menjaga warisan budaya, khususnya dalam bidang tari.

“Kami ingin menanamkan nilai-nilai budaya kepada anak-anak muda. Jangan sampai seni tari ini tergerus zaman dan dilupakan,” tambahnya.

Atas nama para penggagas acara berharap, kegiatan semacam ini bisa terus digelar secara konsisten agar seni tari tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat yang semakin modern. rie-she

Share This Article