By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Penerimaan Siswa Sekolah Rakyat Diperketat, Jangan Sampai Ada KKN
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Pendidikan

Penerimaan Siswa Sekolah Rakyat Diperketat, Jangan Sampai Ada KKN

Jatengdaily.com
Published: 5 Mei 2025 10:00
Share
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com
SHARE

JAKARTA (Jatengdaily.com)- Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Mensos Gus Ipul) menyatakan penerimaan siswa Sekolah Rakyat harus diperketat, jangan sampai ada korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Hal itu disampaikan Gus Ipul,usai sosialisasi Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Kartini di Kabupaten Temanggung, melalui keterangan resmi, seperti dilansir dari laman Ingfopublik Senin (5/5/2025).

Gus Ipul mengatakan, basisnya adalah data tunggal sosial ekonomi nasional, setelah itu dicek ke lapangan ramai-ramai, tidak sendiri.

Ia menyebutkan, dalam pengecekan tersebut melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), RT/RW, kepala desa/lurah, kemudian juga ada kepala sentra, ya kan, dan juga Badan Pusat Statistik (BPS).

“Jadi intinya memang kita tidak ingin ada KKN, ada karena kedekatan, tapi ini karena memang betul-betul data, wartawan juga saya minta ikut mengawasi. Jadi kalau ada tidak layak kok masuk, itu mohon kita diberi informasi,” katanya.
Menurut dia, masyarakat perlu juga ikut memeriksa dan memastikan bahwa yang di Sekolah Rakyat ini memang benar-benar yang masuk di dalam kriteria miskin dan miskin ekstrem.

“Kita mulai lihat satu per satu karena terus terang kita harus memastikan bahwa yg sekolah di sini adalah mereka yg berada di desil 1, mereka yg memang kalau dalam bahasa statistik mohon maaf miskin ekstrem atau miskin,” katanya.

Ia mencontohkan, ada seorang janda, buruh tani, yang menghidupi empat anak. Profil-profil keluarga seperti ini yang dididik untuk bisa sekolah di Sekolah Rakyat.

“Jadi bukan karena KKN, bukan karena dekat dengan mereka yang mengambil keputusan, tetapi ini benar-benar mereka yg membutuhkan sentuhan dari kita, tanpa ada penyimpangan2 dalam prosesnya,” katanya.

Seperti diketahui, Sekolah Rakyat adalah program pendidikan asrama gratis yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia, ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. she

You Might Also Like

Mahasiswa FISIP Untag Semarang Pamerkan Karya Riset Berdampak Besar
Kuatkan Silaturahmi, ITB Semarang Menggelar Halal Bi Halal
Kedatangan Mahasiswa dari Luar Negeri, Prof Sudharto: Jaga Keseimbangan Alam di Kota Semarang
Siapkan SDM Berdaya Saing Global, Kemenko PM Gelar Global Talent Day dan Kebumen Job Fair 2026
Lulusan STIE Semarang Dibekali Ijazah dan SKPI untuk Siap Memasuki Pangsa Kerja
TAGGED:Mensos Gus IpulSekolah Rakyat
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?