By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Gangster Masih Marak, Wagub Gagas Pembinaan Remaja lewat Pendidikan Karakter
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Gangster Masih Marak, Wagub Gagas Pembinaan Remaja lewat Pendidikan Karakter

Jatengdaily.com
Published: 17 Mei 2025 19:48
Share
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Foto: Prov Jateng
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Masih adanya kasus gangster yang melibatkan anak-anak di bawah umur, mengundang keprihatinan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin. Untuk itu, dia menyampaikan perlunya dilakukan pembinaan berbasis karakter kepada kaum muda.

“Kenakalan remaja ini masih timbul-tenggelam, kumat-kumatan. Dan yang sekarang muncul ini, banyak anak di bawah usia yang hanya ikut-ikutan,” ungkap Taj Yasin, saat acara Halal Bihalal dan Harlah ke-79 Muslimat NU Kota Semarang, Sabtu (17/5/2025).

Sebagai solusi, Taj Yasin menggagas pendekatan berbasis pendidikan karakter. Ia menyebut, jika pendekatan kreatif tak lagi mempan, anak-anak tersebut bisa difasilitasi untuk belajar di pesantren atau boarding school.

Bahkan, di Provinsi Jawa Tengah sedang dijalankan program Kecamatan Berdaya. Program tersebut tidak hanya menyasar perempuan, anak, dan penyandang disabilitas, tapi juga mencakup anak-anak zilenial.

Menurut wagub, program Kecamatan Berdaya bisa menjadi pintu masuk untuk menjangkau mereka, dengan membentuk karakter yang lebih baik melalui kegiatan positif berbasis komunitas. “Sekarang ini banyak kasus gangster yang pelakunya anak-anak muda, generasi zilenial. Kenapa mereka tidak kita arahkan ke kegiatan yang lebih kreatif dan positif saja,” jelas Gus Yasin dilansir dari laman humas prov Jateng.

Kalaupun anak-anak tersebut masih sulit ditangani, pihaknya bisa bekerjan sama dengan organisasi masyarakat seperti Muslimat, Aisyiyah, atau pondok pesantren, untuk memberikan edukasi. “Kita fasilitasi mereka ke pesantren (atau boarding school), bukan sekadar untuk disiplin, tapi juga agar mereka paham nilai-nilai keagamaan, apapun agamanya,” jelasnya.

Wagub juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas organisasi, dalam upaya membina generasi muda dan menjaga ketahanan sosial masyarakat. “Kami rangkul semua elemen, termasuk Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, Aisyiyah, semua kami beri ruang,” tuturnya. she

You Might Also Like

Ironis, 80 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Diakses Lewat Games
Peringatan HPN di Demak, Bupati dan Ketua DPRD Ajak Wartawan Perangi Hoaks
Kapolres Demak Beri Bantuan Kaki Palsu dan Kursi Roda Bagi Penyandang Disabilitas 
Calon Presiden dan Wakil Presiden Adu Gagasan Antikorupsi
Peringatan May Day 2025 di Demak, Pemda Support Sepenuhnya Kaum Buruh
TAGGED:Gangster Masih MarakWagub Gagas Pembinaan
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?