DEMAK (Jatengdaily.com)- Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 digelar di Pendopo Kabupaten, Kamis (22/5/2025). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah pembangunan lima tahun ke depan, sekaligus menyerap berbagai aspirasi masyarakat.
Acara dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Demak, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah beserta jajarannya, para kepala dinas, camat se-Kabupaten Demak, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari berbagai elemen masyarakat.
Turut hadir pula perwakilan dari daerah tetangga seperti Kudus, Jepara, dan Grobogan, sebagai bentuk penguatan sinergi antarwilayah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida), Masbahatun Niamah, S.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyusunan RPJMD telah melalui berbagai tahapan, mulai dari konsultasi publik, forum lintas perangkat daerah, hingga proses konsultasi ke provinsi.
Dokumen ini ditargetkan rampung sebelum batas waktu penetapan pada 19 Agustus 2025.Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, SE, dalam sambutannya menekankan bahwa RPJMD harus mencerminkan kebutuhan masyarakat dan menyesuaikan dengan dinamika pembangunan nasional.
Ia mengusung visi “Demak Semakin Bermartabat, Maju, dan Sejahtera”, yang mencakup penguatan tata kelola, peningkatan daya saing, dan kesejahteraan sosial.
Ketua DPRD Demak, Zayinul Fata, SE, menyoroti pentingnya mitigasi bencana, peningkatan kualitas pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Drs. Johan Hadiyanto, M.Si, menilai arah pembangunan Kabupaten Demak telah sejalan dengan prioritas pembangunan provinsi, khususnya dalam penguatan sektor pangan dan industri hijau.
Melalui Musrenbang ini, Pemerintah Kabupaten Demak berharap dapat merumuskan kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat serta memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Demak yang semakin bermartabat, maju, dan sejahtera. rie-she


