By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Bupati dan Wali Kota di Jateng Didorong Siapkan Skema Gratiskan SD-SMP Swasta
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Bupati dan Wali Kota di Jateng Didorong Siapkan Skema Gratiskan SD-SMP Swasta

Jatengdaily.com
Published: 3 Juni 2025 06:10
Share
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Foto: Prov Jateng
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mendorong bupati dan wali kota di wilayahnya untuk mulai memikirkan skema sekolah gratis untuk SD-SMP swasta di daerahnya.

Hal itu sebagai tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 3/PUU-XXII/2024 yang mewajibkan pemerintah menggratiskan pendidikan wajib belajar SD dan SMP di sekolah negeri dan swasta.

Luthfi menjelaskan, dorongan tersebut dilakukan karena jenjang pendidikan SD-SMP menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Pemprov Jateng hanya memiliki wewenang pada jenjang pendidikan SMA/SMK/SLB.

“SD-SMP itu wilayahnya kabupaten/kota, jadi bupati dan wali kota yang terkait SD-SMP. Kewenangan kita (Pemprov) hanya di SMA, SMK dan SLB,” katanya usai meninjau Posko SPMB di Kantor Disdikbud Jateng, Jalan Pemuda, Kota Semarang, Senin, 2 Juni 2025.

Lebih lanjut, Luthfi memaparkan, konsep sekolah gratis di jenjang SMA/SMK/SLB di Jawa Tengah sudah dilakukan. Terbaru, ia sudah menjalin kemitraan dengan 139 SMA/SMK swasta di seluruh Jawa Tengah.

Program kemitraan tersebut dapat menambah kuota tampung anak didik sekitar 5.000-an murid. Jumlah itu diprioritaskan untuk menampung anak tidak sekolah serta anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Luthfi menambahkan, kategori anak tidak sekolah atau putus sekolah dapat terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya berasal dari keluarga miskin ekstrem, kemudian ada karena tradisi. she

You Might Also Like

Hilangkan Kekumuhan, PUPR Tata Kawasan Palagan Ambarawa
SIG Bekali Pelatihan Pembuatan Kue bagi 100 IRT di Kabupaten Gresik
Gemasaba Jateng Bagikan Jadwal Piala Eropa Bergambar Gus Ami
Menteri Maju Capres Tak Perlu Mengundurkan Diri
Mayat Terbakar di Marina Semarang Mengarah ke PNS Bapenda yang Hilang, Polisi Tunggu Hasil Labfor
TAGGED:Ahmad luthfiGubernur JatengSD-SMP Swasta gratis
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?