By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Investor Tiongkok Lirik Potensi Garam di Jateng
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Investor Tiongkok Lirik Potensi Garam di Jateng

Last updated: 18 Juli 2025 07:00 07:00
Jatengdaily.com
Published: 18 Juli 2025 07:00
Share
Ilustrasi garam. Foto: Pixabay.com
SHARE

SEMARANG(Jategdaily.com) – Sejumlah investor Tiongkok bakal menanamkan modalnya di Jawa Tengah, untuk peningkatan produksi garam di wilayah tersebut. Sebab, garam di Jawa Tengah dinilai potensial untuk dikembangkan.

Hal itu disampaikan oleh CEO PT Susanti Megah, Hermawan Santoso, saat beraudiensi dengan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di kantornya pda Kamis, 17 Juli 2025.

Dikatakan Hermawan, investor tersebut memerlukan lahan untuk pengembangan tambak garam seluas kurang lebih 3.000 hektare.

“Potensi garam Jawa Tengah sebenarnya cukup bagus, pemerintah juga sudah bicara, Pak Luthfi sudah mau support,” kata dia.

Menurut dia, perluasan industri dan produksi garam nasional harus ditingkatkan, hal ini dalam rangka mewujudkan swasembada garam nasional. Sehingga tidak lagi mengimpor dari luar negeri untuk menutupi kebutuhan garam.

Maka dari itu, kolaborasi antara pemerintah dengan pihak swasta sangat penting dilakukan agar swasembada garam itu dapat terwujud.

Menurut Hermawan, saat ini wilayah di Indonesia yang sangat bagus dalam produksi garam ada di Madura dan Nusa Tenggara Barat. Jawa Tengah cukup potensial untuk mengejar dua daerah tersebut.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, para pengusaha telah melirik Jawa Tengah sebagai bagian untuk perluasan dan produksi garam, karena memang produksi garam nasional masih kurang.

Olah karenanya, Ia mendukung penuh perluasan produksi garam di wilayahnya, guna menunjang produksi garam secara nasional.

“Memang perlu ada intensifikasi lagi atau bahkan ekstensifikasi atau perluasan sentra garam,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, produksi garam rakyat Jawa Tengah pada tahun 2024 mencapai 536.612 ton. Luas lahan produksi garam sekitar 8.267 hektare dengan jumlah petani garam sebanyak 6.420 orang. Jumlah tersebut tersebar di sembilan daerah sentra garam, meliputi Brebes, Demak, Jepara, Pati, Rembang, Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Grobogan.

Namun, produksi garam rakyat di Jateng tidak semuanya sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan oleh industri. Hal itu karena teknologi sederhana, tergantung pada cuaca, dan lainnya.

Padahal, kebutuhan garam di Jawa Tengah, berdasarkan data tahun 2024, sebesar 119.400 ton. Terdiri atas 33.000 ton untuk garam konsumsi dan 86.400 ton untuk garam industri.

Dari kebutuhan tersebut, industri garam eksisting di Jawa Tengah seperti Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) hanya mampu memenuhi 25.000 ton, Washingplant Koperasi Sari Makmur Rembang maksimal 7.500 ton, dan Washingplant Koperasi Mutiara laut Mandiri Pati maksimal 6.000 ton. Sisa kebutuhan garam masih didatangkan dari daerah lain.

“Itu yang untuk garam rakyat dengan NaCL 95%. Kalau untuk industri NaCL-nya harus di atas 97%,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Endi Faiz Effendi. she 

You Might Also Like

Sandy, Pimred Kabar Tegal Dilaporkan Hilang, Polda Jateng Telusuri Keberadaannya
Pertamina Pastikan Penyaluran Energi di Jawa Tengah dan DIY Terkendali Selama Masa Satgas Pemilu
Ganjar Sidak Depo Oksigen di Demak untuk Pastikan Stok Ada dan Harga Tak Naik
Reog Ponorogo Masuk Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO
Ruang Hijau di Solo Kurang, Gibran Ajak Masyarakat Tanam Pohon
TAGGED:Investor Tiongkok Lirik Potensi Garam di Jateng
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?