By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Fasilitas Perpustakaan di Jateng akan Masuk ke Desa
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Fasilitas Perpustakaan di Jateng akan Masuk ke Desa

Last updated: 28 Juli 2025 07:44 07:44
Jatengdaily.com
Published: 28 Juli 2025 08:15
Share
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com
SHARE

 

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, akan mengupayakan fasilitas perpustakaan bisa masuk ke desa-desa di wilayahnya.

Meskipun capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jateng mengalami peningkatan dari 13,67 persen (2023), menjadi 15,14% pada tahun 2024. Wagub tetap berupaya meningkatkan infrastruktur literasi di desa.

“Yang masih jadi PR (pekerjaan rumah), yakni infrastruktur literasi, seperti perpustakaan,” ucapnya saat mendampingi Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng.

Guna mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jateng akan melakukan tata kelola perpustakaan, memperkuat kompetensi pustakawan, dan mendorong kolaborasi dengan komunitas literasi.

Sementara dari sisi infrastruktur, Pemprov mengupayakan agar perpustakaan bisa masuk ke desa-desa melalui program Kecamatan Berdaya.

“Tadi sudah disampaikan ke pemerintah pusat, yakni (meminta) Perpusnas (Perpustakaan Nasional) untuk bersinergi (dengan Jateng),” katanya.

Wagub menegaskan, peningkatan indeks literasi tidak hanya soal infrastruktur. Akan tetapi, juga budaya membaca yang perlu dibangun dari keluarga, sekolah, hingga komunitas.

“Anak-anak diajak (untuk memiliki) budaya membaca. Minimal 1,5 jam membaca buku, didampingi orang tuanya dalam sehari,” katanya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Jateng, Rahmah Nur Hayati, mengatakan bahwa penguatan perpustakaan bisa terus didorong.

“Untuk perpustakaan yang masuk ke desa-desa juga butuh dukungan Kementerian Desa. Di Jateng juga ada program Pesantren Obah, bagaimana menguatkan literasi santri, dan bisa koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag),” katanya.

Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Jateng, Dyah Nugraheni, mengatakan, perlu adanya pemerataan tenaga pengelola atau pustakawan dalam upaya penguatan literasi di Jateng.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan aspirasi kepada Komisi X DPR RI agar Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan bisa segera direvisi. Hal ini bertujuan untuk mendukung upaya penguatan digital serta kelembagaan lain di bidang perpustakaan.

Selain itu, dewan perpustakaan juga harus dibentuk untuk mengawasi pengembangan perpustakaan di pusat daerah dan provinsi.

“Kami juga ingin dukungan untuk meningkatkan kemampuan tenaga perpustakaan. Jadi dengan berbagai macam tantangan kita bisa eksis. Kami perlu dukungan dan Pemprov Jateng dan DPR RI,” katanya dilansir dari laman prov Jateng Senin (28/7/2025). she

You Might Also Like

Baznas Jateng Kalengkan 34 Sapi untuk Dibagikan Kepada Mustahik
Kolaborasi dan Komitmen Bersama Kunci Wujudkan Data Pertambangan dan Energi Berkualitas
Publik Semarang Ingin Stadion Jatidiri Rampung Tahun Ini
Waspadai Akun Twitter Palsu Yang Mengatasnamakan KAI, Masyarakat Diminta Jeli
Jawab Transformasi Global, Akselerasi Pembangunan SDM Harus Segera Dilakukan
TAGGED:Perpustakaan di Jateng akan Masuk ke Desa
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?