Percepat Layanan, Kemenag Kota Semarang Luncurkan Program Inovatif “Salaman”, “Klangenan”, dan Sosialisasi “Jogo Ati”

4 Min Read
Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Wahid Arbani, S.Ag., M.Si., secara resmi meluncurkan tiga program unggulan: Salaman, Klangenan, serta sosialisasi Jogo Ati, di lingkungan Kementerian Agama Kota Semarang, Kamis 31 Juli 2025.Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kepedulian lingkungan, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Wahid Arbani, S.Ag., M.SI., secara resmi meluncurkan tiga program unggulan: Salaman, Klangenan, serta sosialisasi Jogo Ati, di lingkungan Kementerian Agama Kota Semarang.

Ketiga program tersebut merupakan wujud nyata komitmen Kemenag untuk terus berinovasi meski di tengah tantangan efisiensi anggaran dan dinamika perubahan zaman.

Dalam peluncuran yang berlangsung dinamis, Wahid Arbani menegaskan pentingnya berpikir positif dan adaptif dalam menghadirkan layanan publik yang semakin dekat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Semua hal yang berkaitan dengan smart akan kita butuhkan. Mudah-mudahan Salaman bisa benar-benar mendekatkan masyarakat dengan layanan digital Kemenag, dan insyaallah akan mendapatkan respons positif dari publik,” ujar Wahid.

Digitalisasi Layanan Lewat Program “Salaman”

Salaman (Sistem Digital Layanan Aktif Kemenag Kota Semarang) adalah bentuk konkret digitalisasi layanan di lingkungan Kemenag Kota Semarang. Melalui program ini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan secara online dan lebih praktis, sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat perkotaan yang semakin akrab dengan gawai dan internet.

Kepala Kemenag Kota Semarang, H. Muhtasit, S.Ag., M.Pd., didampingi Kasubbag TU, H Dony Aldise Harahap, S.Kom., M.A.P, menyampaikan bahwa program Salaman menjadi langkah strategis untuk mempercepat pelayanan digital kepada masyarakat.

“Hari ini masyarakat Kota Semarang sudah menggunakan HP dan jaringan digital. Maka pelayanan harus menyesuaikan. Lewat Salaman, seluruh layanan Kemenag akan tersedia secara digital, mempercepat akses dan mempermudah masyarakat,” ungkap Muhtasit.

Klangenan: Kemenag Peduli Pangan dan Lingkungan

Sementara itu, Klangenan (Kemenag Peduli Pangan dan Lingkungan) merupakan program berbasis kepedulian terhadap lingkungan, khususnya isu sampah makanan yang menjadi problem serius di Kota Semarang. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup, sekitar 850 hingga 1.000 ton sampah per hari dihasilkan, dan 75 persen di antaranya adalah sisa makanan.

Melalui Klangenan, Kemenag mendorong gerakan kesadaran pengelolaan sampah dimulai dari rumah, lembaga pendidikan, hingga tempat ibadah. Guru RA, TPQ, hingga masyarakat pesantren menjadi garda terdepan dalam perubahan perilaku tersebut.

“Kami punya sekitar Penyuluh Agama 93 orang, 3.003 guru, dan 5.000 guru TPQ/ Madin dan Pondok Pesantren. Semua akan kita gerakkan. Kalau sisa makanan bisa dikelola menjadi maggot atau pupuk, itu akan memberi nilai ekonomi dan manfaat lingkungan. Botol plastik juga kita pisahkan untuk didaur ulang,” terang Muhtasit.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa masjid dan pesantren akan disupport untuk menanam tanaman produktif. Di pesantren-pesantren yang menjadi mitra Kemenag, bahkan sudah mulai diterapkan prinsip zero food waste, di mana sisa makanan tidak dibuang, melainkan dimanfaatkan untuk pakan ayam atau bebek.

Jogo Ati: Wujudkan Integritas ASN Kemenag

Program ketiga, Jogo Ati (Jaga Hati), merupakan program sosialisasi nilai-nilai integritas, khususnya penolakan terhadap segala bentuk gratifikasi di kalangan ASN Kemenag.

“Ojo gelem nompo gratifikasi. Program Jogo Ati ini penting sebagai pengingat bagi ASN Kemenag untuk senantiasa menjaga hati dan menjunjung tinggi etika pelayanan,” pesan Wahid Arbani.

Peluncuran ketiga program ini menjadi bagian dari transformasi budaya kerja Kemenag Kota Semarang, yang berupaya menghadirkan lembaga agama yang modern, bersih, peduli lingkungan, dan responsif terhadap kebutuhan zaman.

Melalui Salaman, Klangenan, dan Jogo Ati, Kemenag Kota Semarang tidak hanya bergerak pada tataran teknis pelayanan, tetapi juga menyentuh aspek sosial, lingkungan, dan moralitas aparatur negara. Sebuah langkah holistik yang patut diapresiasi dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat.st

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.