By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Tegak Bersama Merah Putih, 27 Putra-Putri Terbaik Semarang Resmi Dikukuhkan sebagai Paskibraka 2025
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Tegak Bersama Merah Putih, 27 Putra-Putri Terbaik Semarang Resmi Dikukuhkan sebagai Paskibraka 2025

Last updated: 15 Agustus 2025 11:13 11:13
Jatengdaily.com
Published: 15 Agustus 2025 11:02
Share
Bertempat di ruang Loka Krida, Balai Kota Semarang, Wali Kota Semarang, Agustina, secara resmi mengukuhkan 27 putra-putri terbaik hasil seleksi ketat dan latihan intensif sebagai anggota Paskibraka Kota Semarang Tahun 2025. Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Mata mereka menatap teguh ke depan, dada dibusungkan penuh semangat, dan langkah kaki mantap menapaki panggung sejarah. Kamis pagi, 14 Agustus 2025, menjadi momen yang tak akan pernah mereka lupakan—saat nama dan tekad mereka resmi terpatri sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Semarang.

Contents
Mewariskan Nilai dan HarapanNasionalisme di Era BaruPenjaga Sang Saka, Penjaga Masa Depan

Bertempat di ruang Loka Krida, Balai Kota Semarang, Wali Kota Semarang, Agustina, secara resmi mengukuhkan 27 putra-putri terbaik hasil seleksi ketat dan latihan intensif sebagai anggota Paskibraka Kota Semarang Tahun 2025.

“Kalian adalah 27 putra-putri terbaik Kota Semarang yang telah melewati masa seleksi dan latihan dengan penuh semangat,” ucap Agustina dengan suara penuh kebanggaan.

Namun, di balik sorot lampu ruangan dan barisan seragam putih bersih, terdapat cerita tentang harapan, kerja keras, dan semangat kebangsaan yang dipupuk selama berbulan-bulan. Bagi Agustina, pengukuhan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai bagian dari sejarah perjuangan bangsa.

“Hari ini kalian berdiri tegak sebagai bagian dari sejarah perjuangan bangsa,” lanjutnya.

Mewariskan Nilai dan Harapan

Dalam sambutannya yang hangat namun penuh makna, Agustina tidak hanya menekankan pada aspek seremoni, tapi juga nilai-nilai yang tertanam selama proses pelatihan—kerja sama, keteguhan hati, dan komitmen.

Nilai-nilai tersebut, kata Agustina, akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup para anggota Paskibraka. Bukan hanya saat mengibarkan Merah Putih di tanggal 17 Agustus nanti, tapi juga dalam perjalanan mereka sebagai generasi muda penjaga masa depan bangsa.

“Pada saat bendera itu berkibar di langit, biarkan semangat para pahlawan mengalir ke dada kalian dan jadikan momen itu sebagai bukti kecintaan kalian kepada tanah air,” pesannya, menyentuh hati para hadirin.

Agustina juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orang tua, guru, pelatih, dan pembina yang menjadi bagian penting dari proses ini. Ia tahu, di balik satu anak yang berdiri gagah di barisan Paskibraka, ada banyak sosok tak terlihat yang ikut membentuk karakter mereka.

Nasionalisme di Era Baru

Memasuki usia ke-80 tahun kemerdekaan Indonesia, Agustina mengajak seluruh generasi muda untuk merenung: apa arti nasionalisme di zaman sekarang?

“Anak-anak sekarang tantangannya jauh lebih besar. Penjajahan terjadi melalui sebuah sistem ekonomi yang tidak kasat mata,” ujarnya, mengajak audiens berpikir lebih dalam.

Ia memberi contoh nyata—benih bayam dan padi yang kini banyak bergantung pada perusahaan luar negeri. Ketergantungan ini, menurutnya, menggerus kedaulatan pangan dan menjadikan bangsa rentan terhadap “penjajahan baru”.

Maka, nasionalisme bukan lagi sekadar mengibarkan bendera, tapi juga mencintai produk lokal dan menjaga kemandirian. Bahkan, ia mendorong anak-anak muda agar tidak ragu belajar cara membuat benih sendiri seperti yang dilakukan oleh nenek moyang dulu.

“Itulah nasionalisme menurut saya,” tegasnya. “Mari kita secara perlahan melepaskan diri dari ketergantungan benih.”

Penjaga Sang Saka, Penjaga Masa Depan

Sebagai penutup, Agustina menyampaikan pesan penuh semangat kepada para anggota Paskibraka:

“Selamat atas pengukuhan ini, dan percayalah pada kemampuan diri. Laksanakan tugas dengan keyakinan, kebanggaan, dan rasa cinta kepada negeri,” ujarnya dengan tatapan hangat.

Di antara barisan anak-anak muda itu, ada masa depan Semarang, ada penjaga Sang Saka, ada benih-benih harapan yang kelak akan tumbuh menjadi pemimpin-pemimpin bangsa.

Dan ketika bendera Merah Putih berkibar di langit pada 17 Agustus nanti, mereka tidak hanya mengibarkannya sebagai tugas, tapi sebagai janji. Janji untuk terus mencintai, menjaga, dan membela Indonesia—dari sangkakala hingga sawah, dari simbol hingga substansi. St

You Might Also Like

Mendekonstruksi Pengaturan Alih Fungsi Lahan, Ayik Christina Efata Raih Doktor di Untag Semarang
BPOM Rilis Daftar 13 Produk Kosmetik Ilegal Berbahaya, Ini Daftarnya
Wabup Blora Perintahkan Seluruh Dapur MBG Wajib Penuhi Standar Higiene dan Sanitasi
Relawan Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di Klaten Kewalahan
Terinspirasi Baju APD Covid-19, Perawat Pekalongan Ini Rancang Busana ‘The New Beginning’
TAGGED:27 Putra-Putri Terbaik SemarangResmi Dikukuhkan Sebagai Paskibraka 2025Tegak Bersama Merah Putih
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?