Pamflet Cuci Tangan Karya Mahasiswi Unnes, Hadiah Bermakna untuk Siswa SDN 3 Belor

GROBOGAN (Jatengdaily.com) – Sorak gembira anak-anak SDN 3 Belor menyambut warna-warni sebuah pamflet yang baru saja diterima sekolah mereka.
Pamflet itu bukan sekadar kertas berisi tulisan, melainkan karya penuh kepedulian dari A’idah Ramadhani Qonita Dzil Izzati, mahasiswi KKN UNNES GIAT 12 SKM.
Dengan hati yang tulus, ia menyerahkannya langsung kepada Kepala Sekolah sebagai wujud nyata perhatian generasi muda terhadap kesehatan anak-anak desa.
Bagi pihak sekolah, karya sederhana ini terasa begitu bermakna. “Pamflet ini akan sangat membantu anak-anak untuk memahami pentingnya kebersihan. Sesuatu yang sederhana, tapi efeknya bisa melindungi mereka dari penyakit,” ujar Kepala SDN 3 Belor dengan senyum bangga.
Pamflet berwarna cerah itu memuat panduan enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Mulai dari menggosok telapak tangan, membersihkan punggung tangan, merapikan sela-sela jari, hingga memutar jempol kanan dan kiri—semua digambar dengan ilustrasi sederhana yang mudah ditiru anak-anak.
Lebih dari sekadar instruksi, pamflet ini adalah ajakan penuh kasih: “Ayo Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat di Sekolah dengan Rajin Mencuci Tangan!”
Pesan itu menyentuh, karena mengingatkan bahwa kesehatan bukanlah hal besar yang rumit. Ia lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Dengan rajin mencuci tangan, anak-anak diajak untuk melindungi diri sendiri sekaligus menebarkan budaya hidup sehat di sekolah maupun di rumah.
Di balik lembaran itu, ada mimpi besar: menciptakan generasi yang tumbuh sehat, bersekolah dengan riang, dan terbebas dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.
Pamflet ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar seringkali berawal dari tindakan sederhana—dari tangan mungil anak-anak yang mulai terbiasa mencuci sebelum makan atau setelah bermain.
Melalui kolaborasi mahasiswa dan sekolah, Desa Belor kini memiliki harapan baru. Sebab, setiap sabun yang berbusa di tangan para siswa bukan sekadar membersihkan kotoran, melainkan juga menanamkan kebiasaan hidup bersih yang akan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Sejalan dengan tagline “Bersama Unnes GIAT, Membangun Indonesia dari desa”, pamflet itu menjadi simbol kecil dari langkah besar menuju desa yang lebih sehat dan berdaya.
Penulis: A’idah Ramadhani Qonita Dzil Izzati, mahasiswi KKN UNNES GIAT 12 SKM Desa Belor, Grobogan.