By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Catin Belajar Cegah Stunting, Mahasiswa Unnes Bawa Harapan Baru di Desa Belor
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Catin Belajar Cegah Stunting, Mahasiswa Unnes Bawa Harapan Baru di Desa Belor

Last updated: 25 Oktober 2025 13:36 13:36
Jatengdaily.com
Published: 1 September 2025 05:49
Share
Dwi Herdita menyerahkan leaflet sebagai bekal bagi catin di Desa Belor, Grobogan. Foto:dok
SHARE
Dwi Herdita menyerahkan leaflet sebagai bekal bagi catin di Desa Belor, Grobogan. Foto:dok

GROBOGAN (Jatengdaily.com) – Senyum Dwi Herdita merekah ketika satu per satu calon pengantin di Balai Desa Belor menerima selembar leaflet sederhana berjudul “Catin Hindari Stunting”.

Kertas itu mungkin tampak biasa, namun di baliknya tersimpan harapan besar: lahirnya generasi sehat yang terbebas dari stunting.

Sebagai mahasiswa KKN Unnes Giat 12 dari program studi Kesehatan Masyarakat, Dwi percaya bahwa mencegah stunting tidak cukup hanya dengan menyasar anak-anak.

“Pondasi itu dimulai sejak masa pra-nikah,” ujarnya sambil membimbing para peserta sosialisasi membaca isi leaflet.

Di dalamnya tersaji pesan-pesan sederhana: pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), menjaga status gizi sebelum hamil, hingga kesadaran bahwa kesehatan keluarga adalah investasi jangka panjang. Meski hanya berupa lembaran kecil, informasi itu membuka wawasan baru bagi banyak calon pengantin.

Bidan Desa Belor, Bu Sinta, tak bisa menyembunyikan apresiasinya. Ia menilai upaya mahasiswa ini sebagai jawaban atas kebutuhan nyata masyarakat.

“Selama ini warga tahunya stunting hanya urusan anak-anak. Padahal, pencegahannya justru dimulai jauh sebelum itu. Dengan leaflet ini, catin jadi lebih paham dan sadar betapa pentingnya mempersiapkan kesehatan sebelum menikah,” tuturnya.

Suasana sosialisasi hari itu penuh keakraban. Mahasiswa KKN bukan sekadar membagikan informasi, tetapi juga membuka ruang dialog.

Calon pengantin dengan antusias bertanya tentang pola makan, cara menjaga kesehatan, hingga bagaimana memastikan calon bayi kelak tumbuh optimal.

Bagi Dwi dan rekan-rekannya, leaflet tersebut hanyalah langkah kecil, namun mereka yakin setiap langkah berarti.

“Kami berharap masyarakat bisa melihat bahwa kesehatan keluarga itu dimulai sejak dini. Jika ini dilakukan bersama-sama, rantai stunting bisa kita putuskan,” ungkapnya penuh semangat.

Di Desa Belor, sebuah lembar leaflet kini menjadi simbol harapan. Harapan akan lahirnya generasi masa depan yang tumbuh sehat, cerdas, dan kuat—bermula dari calon pengantin yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sebelum melangkah ke pelaminan.

Penulis: KKN Unnes Giat 12,Desa Belor, Grobogan. st

You Might Also Like

Gandeng BSSN, Bareskrim Polri Usut Dugaan Kebocoran Data NPWP
Berlangsung di Unissula, Pelantikan Pengurus PWNU Jateng Dihadiri Ribuan Nahdliyin 
Satgas Pangan Polri Dalami Kasus Temuan Sembako Bansos Presiden Terkubur
Atasi Banjir di Semarang, Pompa di Tenggang dan Sringin Dioptimalkan, BPBD Jateng Kerahkan Mobil Pump
PLN dan Pindad Sinergi Kembangkan Pembangkit Listrik Bersih untuk Wilayah 3T
TAGGED:Cegah StuntingDesa Beloredukasi catinKKN Unnes Giat 12
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?