
GROBOGAN (Jatengdaily.com) – Suasana Balai Desa Belor siang itu begitu berbeda. Tawa dan obrolan hangat ibu-ibu PKK memenuhi ruangan, berpadu dengan semangat belajar yang jarang terlihat dalam rutinitas harian mereka. Di tengah kebersamaan itu, hadir Febianetta Yatindra Fatihah bersama tim KKN UNNES GIAT 12 SKM yang membawa sebuah misi sederhana namun penting: mengajarkan gaya hidup sehat lewat program Gerbang Sehat (Gerakan Bangun Hidup Sehat).
Program ini bukan sekadar sosialisasi. Sejak awal, tim KKN sudah menyiapkan metode yang membuat para peserta benar-benar terlibat. Acara dimulai dengan pengisian pre-test untuk mengukur pemahaman awal, lalu berlanjut dengan diskusi interaktif seputar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), indikator rumah tangga, hingga pencegahan penyakit dengan metode 3M Plus.
“Awalnya kami hanya tahu kalau hidup sehat itu soal makan teratur, ternyata ada banyak hal kecil di rumah yang bisa dilakukan,” ujar salah satu ibu dengan nada kagum.
Tak berhenti pada teori, kegiatan semakin hidup ketika para ibu diberi kesempatan langsung menanam serai di pot kecil yang sudah disiapkan. Sambil mencangkul tanah dengan tangan, mereka tampak antusias, seolah sedang menanam harapan baru di halaman rumah masing-masing. Serai dipilih bukan tanpa alasan, selain mudah dirawat, tanaman ini juga bermanfaat untuk kesehatan keluarga.
Suasana semakin cair saat tim KKN menggelar ice breaking dan kuis interaktif. Canda tawa pecah, membuat kegiatan terasa ringan, namun sarat makna. Pertanyaan-pertanyaan seputar PHBS memicu diskusi hangat, bahkan beberapa ibu tak segan berbagi pengalaman pribadi tentang kebiasaan di rumah mereka.
Sebagai penguat, Febianetta dan tim juga menyerahkan leaflet PHBS yang berisi informasi lengkap tentang pengertian, manfaat, indikator rumah tangga sehat, serta langkah-langkah PSN melalui 3M Plus. Media sederhana ini menjadi panduan praktis agar materi yang disampaikan tidak hanya berhenti di balai desa, melainkan bisa dipraktikkan setiap hari di rumah.
Apresiasi datang langsung dari Ketua TP PKK Desa Belor, Anita Sri Astuti, S.Pd. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memberi ruang bagi ibu-ibu untuk langsung mempraktikkannya. “Kami senang sekali, karena setelah sosialisasi ini, ibu-ibu bisa menjadi teladan di keluarga masing-masing dalam menerapkan hidup sehat,” ujarnya penuh harap.
Program Gerbang Sehat ini diharapkan menjadi titik awal gerakan sederhana namun berkelanjutan. Dari tangan-tangan ibu PKK, budaya hidup sehat bisa tumbuh dan menyebar ke seluruh pelosok Desa Belor. Karena pada akhirnya, membangun bangsa yang sehat berawal dari keluarga yang sehat. Tim Penulis Tim KKN UNNES Giat 12 SKM, Desa Belor, Kec.Ngaringan, Grobogan


