SEMARANG (Jatengdaily.com)– Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) bersama Rumah Sakit Islam Gigi dan Mulut (RSIGM) Sultan Agung menggelar peringatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan pelayanan dan edukasi kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat.

Mengusung tema “Gigi Kuat, Senyum Sehat, Indonesia Hebat”, pembukaan kegiatan BKGN 2026 berlangsung di Aula FKG Unissula, Jumat (6/11/2026). Acara dibuka secara simbolis dan dilanjutkan dengan Tour BKGN ke RSIGM Sultan Agung.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Unissula Prof. Dr. Gunarto, S.H., M.H., Wakil Rektor I: Dr. Muhammad Abdul Basir, S.Pd., M.Pd, Wakil Rektor II: Dr. Dedi Rusdi, S.E., M.Si., Akt., CA., CRP, Wakil Rektor III: dan Dr. Ahmad Arifullah, S.H., M.H.

Pemeriksaan gigi gratis di RSIGM Sultan Agung Semarang. Foto: humas

Juga Direktur RSIGM Sultan Agung  Dr. drg. Kusuma Arbianti, MMR, Ketua Bidang Pendidikan Tinggi (Pendidikan Tinggi/Dikti) di Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBW-SA), Prof. Drs. Widiyanto, M.Si., dan perwakilan PT Unilever Tbk.

Wakil Dekan I FKG Unissula, drg. Musri Amurwaningsih, M.Med.Ed., mengatakan, penyelenggaraan BKGN tahun ini merupakan bentuk komitmen FKG Unissula bersama RSIGM Sultan Agung dalam meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan gigi dan mulut masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut kembali terlaksana dengan dukungan PT Unilever Tbk dan melibatkan berbagai pihak untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, tahun ini FKG Unissula bersama RSIGM Sultan Agung kembali berpartisipasi dalam kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional. Ada beberapa rangkaian kegiatan yang kami siapkan, salah satunya pelayanan perawatan gigi gratis bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, layanan perawatan gigi gratis dilaksanakan di RSIGM Sultan Agung pada 6 November 2026 dengan target sebanyak 200 peserta.

Adapun jenis pelayanan yang diberikan meliputi perawatan gigi sederhana, di antaranya pencabutan dan penambalan gigi untuk kasus-kasus sederhana. Seluruh layanan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan pemeriksaan medis.

Selain pelayanan kesehatan, BKGN 2026 juga menghadirkan program edukasi yang menyasar sejumlah kelompok masyarakat.

Edukasi pertama ditujukan kepada para santri di Pondok Pesantren Asshodiqiyah Semarang yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026. Kegiatan tersebut menyasar lingkungan pendidikan di bawah naungan pondok pesantren, termasuk jenjang MTs dan MA.

Program edukasi kedua menyasar komunitas ibu dan perempuan. Menurut Musri, keluarga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Karena itu, ibu menjadi salah satu sasaran utama edukasi.

“Kami percaya perubahan kecil itu dimulai dari keluarga. Dan kalau dimulai dari keluarga, salah satunya harus dimulai dari ibu,” jelasnya.

Sementara itu, edukasi ketiga dilakukan melalui platform media sosial atau edukasi digital. Langkah ini diharapkan mampu menjangkau generasi muda secara lebih luas sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

dr Musri mengungkapkan, persoalan kesehatan gigi dan mulut masih menjadi perhatian karena angka karies atau gigi berlubang di masyarakat masih cukup tinggi. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak dan lintas sektor agar kualitas kesehatan gigi masyarakat dapat terus meningkat.

Direktur RSIGM Sultan Agung  Dr. drg. Kusuma Arbianti mengatakan antusias masyarakat sangat tinggi, saat pendaftaran jumlahnya melebihi kuota.

“Hal ini menjadi momen yang ditunggu- tunggu masyarakat dari tahun ke tahun, mengingat pelayanan dan fasilitas yang diberikan kami sangat baik dan nyaman,” jelasnya.

Melalui BKGN 2026, FKG Unissula dan RSIGM Sultan Agung berharap dapat memberikan kontribusi nyata, tidak hanya melalui pelayanan kesehatan secara langsung, tetapi juga melalui edukasi yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi FKG Unissula, RSIGM Sultan Agung, asosiasi fakultas kedokteran gigi, asosiasi rumah sakit pendidikan kedokteran gigi, serta PT Unilever Tbk dalam mendorong peningkatan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia.

“Harapannya, kesehatan gigi masyarakat Indonesia semakin meningkat sehingga kualitas hidup masyarakat juga menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Hadir juga Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH, Dr. Dedi Rusdi, S.E., M.Si., Akt., CA, CRP (Wakil Rektor II) dan dan perwakilan Uniliver dalam pembukaan BKGN tersebut. she