42 SMP di Demak UNBK ‘Numpang’

Monitoring UNBK di Demak dilakukan hanya dari luar ruangan, karena sesuai SOP, tak seorang pun dibenarkan mengganggu pelaksanaan UNBK. Foto: rie

DEMAK – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018/2019 serentak dilaksanakan di 84 SMP di Kabupaten Demak, Senin (22/4). Meski 42 sekolah melaksanakan secara menumpang, namun 42 sekolah lainnya mampu melaksanakannya secara mandiri.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak H Anjar Gunadi menuturkan, jumlah peserta UNBK SMP sebanyak 8.361 siswa dan MTs (9274).

“Pada tahun 2019 ini Alhamdulillah 100 persen dari 84 SMP di Kabupaten Demak dapat menyelenggarakan UNBK. Meski pun baru 42 di antaranya mampu menyelenggarakan UNBK mandiri, dan 42 sisanya melaksanakannya dengan sistem numpang atau pinjam,” ujarnya.

Namun itu disebutnya bukan masalah. Karena dengan terlaksananya UNBK 100 persen, wujud semangat semua stake holder bidang pendididkan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Demak. Meski pada setiap kesempatan setiap sekolah selalu diberi semangat, sehingga ke depan mampu melaksanakan UNBK mandiri.

Pada saat menerima monitoring Wabup H Joko Sutanto terhadap pelaksanaan UNBK SMP, Kepala SMP Negeri 2 Demak H Trisyono menyampaikan, tiga laboratorium komputer dioperasionalkannya sehingga SMP Negeri 2 Demak dapat melaksanakan UNBK secara mandiri. Termasuk dua komputer cadangan di masing-masing lab, empat server, juga satu genset penunjang agar UNBK tidak terkendala listrik ketika tiba-tiba ada pemadaman tak terencana dari PLN.

“Tiga lab kami gunakan untuk UNBK. Masing-masing berisi 36 komputer plus dua komputer cadangan. Oleh karena siswa-siswi peserta UNBK ada 336 anak, maka dalam sehari dibagi tiga gelombang. Pertama pukul 7.30 – 9.30, kedua mulai 10.30 – 12.30 serta sesi ketiga pada pukul 14.00 – 16.00,” kata Trisyono, didampingi Ketua Panitia UNBK SMP Negeri 2 Demak Sudar.

Lebih lanjut Sudar menjelaskan, demi suksesnya UNBK di SMP Negeri 2 Demak, sejak semester 5 dan 6 telah diterapkan program ‘Sukses UN’. Meliputi tambahan jam pelajaran bagi siswa, membekali guru menggunakan alat ukur standar, serta tryout lima kali yang empat di antaranya menggunakan sistem komputer langsung. Dengan begitu siswa secara fisik dan psikhis siap menghadapi UNBK.

“Bahkan di antara soal-soal berkonten lebih sulit dari UNBK, kami sisipkan pula soal-soal jenis High Order Thingking Skill (HOTS) atau memerlukan daya nalar tinggi. Tujuannya agar ketika soal UNBK yang 15-20 persennya adalah soal jenis HOTS, anak didik kami siap. Seperti halnya 14 kakak kelas mereka yang 2018 lalu berhasil meraih nilai sempurna, 11 matematika dan tiga IPA,” urai Sudar.

Sehubungan itu, Wabup Joko Sutanto memberikan apresiasi kepada SMP Negeri 2 Demak yang secara optimal mempersiapkan sarpras, di samping membekali anak didik dengan achievment motivation training (AMT) sehingga secara lahir batin siap menghadapi UNBK. Diharapkan sekolah lain baik negeri maupun swasta bisa meneladani dan meniru, demi meningkatkan kwalitas pendidikan di Kota Wali. rie-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here