By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: 72 Persen Petani Jateng Berusia di Atas 45 Tahun
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

72 Persen Petani Jateng Berusia di Atas 45 Tahun

Last updated: 16 Oktober 2019 15:57 15:57
Jatengdaily.com
Published: 16 Oktober 2019 15:57
Share
Setia Budi Wibowo, Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Tengah
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Tengah Setia Budi Wibowo mengajak anak muda untuk bertani. Dari hasil sensus pertanian 2018 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menunjukkan 4.469.728 petani di Jawa Tengah, 72 persennya berumur di atas 45 tahun. Ini artinya petani kita di dominasi orang tua, sulit menemukan anak muda yang mau terjun ke dunia pertanian.

Pria yang akrab disapa Mas Bowo pun menjelaskan bahwa faktor kesejahteraan petani dan kurang menjanjikannya profesi ini menjadi faktor penghalang anak muda untuk terjun ke dunia ini. Padahal Sebagai Negara Agraris Indonesia khususnya Jawa Tengah membutuhkan SDM untuk mengelola lahan pertanian.

“Kita perlu merancang program penguatan Nilai Tukar Petani, agar ke depan hasil panen petani nanti mendapatkan harga yang layak. Kalau jadi petani dilihat lebih menghasilkan, maka saya yakin akan banyak anak muda yang mau bertani,” ungkapnya dalam keterangan tertulis Rabu (16/10/2019).

Disinggung mengenai hari Pangan yang diperingati pada tanggal 16 Oktober ini, Bowo mengungkapkan bahwa Peringatan Hari Pangan sebaiknya tidak berhenti pada acara seremonial saja. Hari Pangan Sedunia dapat menjadi momen penting bagi kedaulatan pangan nasional, khususnya di Jawa Tengah.

“Yang lebih penting dari sebuah perayaan adalah, merumuskan bagaimana agar petani di Jawa Tengah dapat mandiri dan lebih berkontribusi terhadap kedaulatan pangan di Jawa Tengah”. Jelasnya Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah itu.

Menurut Bowo, selain SDM yang perlu diperhatikan oleh pemerintah provinsi terkait pangan adalah ketersediaan lahan pertanian, semakin bertambahnya jumlah penduduk di Jawa Tengah akan berpengaruh pada alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman penduduk.

Bowo menyampaikan, Semangat dari Undang-undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan yang berkelanjutan harus kita kawal.

“Disana (undang-undang) disebutkan bahwa bahwa Indonesia sebagai negara agraris perlu menjamin penyediaan lahan pertanian pangan secara berkelanjutan sebagai sumber pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” pungkasnya.

Peringatan Hari Pangan sedunia di tingkat Jawa Tengah sendiri akan berlangsung di Salatiga, pada 25-27 Oktober mendatang. yds

You Might Also Like

Ichwan Setiawan Raih Gelar Doktor PDTS Unissula
Mandi di Sungai Bersama Temannya, Seorang  Bocah di Batang Ditemukan Meninggal
Pengurus MAJT Diminta Kerja Keras Jabarkan Amanat Raker
Sikat Gigi atau Membiarkan Mulut ‘Bau’ di Siang Ramadan, Mana Pilihannya?
Bareskrim Buru Penista Agama Joseph Paul Zhang yang Mengaku sebagai Nabi Ke 26
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?