By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Demokrasi Harus Bisa Dirasakan Masyarakat
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Demokrasi Harus Bisa Dirasakan Masyarakat

Last updated: 10 Desember 2019 12:38 12:38
Jatengdaily.com
Published: 10 Desember 2019 12:38
Share
Penjabat Sekda Jateng, Herru Setiadhi memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi IDI bertema “Meningkatkan Capaian IDI Jateng”, Selasa (10/12/2019). Foto:dok/hms
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Jawa Tengah pada 2018 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah, IDI Jawa Tengah 2018 berada di angka 72,17 dalam skala 0 sampai 100. Adapun pada 2017, IDI di posisi 70,85. Angka tersebut menunjukkan kinerja demokrasi Jawa Tengah berada pada kategori sedang.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah Achmad Rofai mengatakan perubahan IDI dipengaruhi tiga aspek demokrasi, yakni aspek kebebasan sipil, hak politik, dan lembaga demokrasi.

“Aspek kebebasan sipil naik 7,14 poin dari 69,07 menjadi 76,21; hak politik turun 0,32 poin menjadi 66,92; dan aspek lembaga demokrasi turun 3,4 poin dari 78,82 menjadi 75,42,” terang Ahmad dalam Rapat Koordinasi IDI bertema “Meningkatkan Capaian IDI Jateng”, Selasa (10/12/2019).

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Herru Setiadhie tidak mempermasalahkan fluktuasi tersebut. Menurutnya, angka itu untuk memastikan tolok ukur yang ada bisa dikonversi secara kuantitatif. Sehingga, hasilnya bisa disandingkan, apakah ada penurunan, keberhasilan atau bahkan kegagalan yang dinamikanya harus disikapi.

“Yang terpenting bahwa ketiga parameter tersebut benar-benar dapat diaplikasikan, yaitu bagaimana meyakinkan kebebasan sipil itu terselenggara dengan baik, political right juga dirasakan oleh berbagai pihak. Kemudian lembaga-lembaga demokrasi betul-betul dapat berpartisipasi mengembangkan demokrasi, khususnya di Jawa Tengah,” kata Herru.

Herru secara khusus meminta kepada aparat pemerintah agar menjaga kebebasan sipil, meliputi kebebasan berkumpul dan berserikat, kebebasan berpendapat, kebebasan berkeyakinan dan kebebasan dari diskriminasi, demi terwujudnya Jawa Tengah yang kondusif. Perkecualian adalah untuk kebebasan sipil yang berpotensi menggoyahkan Pancasila.

“Kebebasan berpendapatjuga harus ada koridornya. Lalu kebebasan dari diskriminasi contoh yang paling sederhana yakni negara memastikan siapapun juga di UUD dijamin, untuk memperoleh pekerjaan, pendidikan dan kesehatan, walaupun sampai hari ini belum sempurna,” aku Herru.

Heru menekankan, untuk mewujudkan indeks demokrasi dengan hasil yang lebih baik diperlukan adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, LSM dan media massa. st

You Might Also Like

RSI Sultan Agung dan Kemenkumham Siap Berkolaborasi di Bidang Kesehatan
Dibaiat KH Dzikron Abdullah, Santri Life Skill Daarun Najaah Merasa Bersyukur
Infrastruktur Terdampak Gempa Cianjur Akan Dibangun Kembali Oleh Pemerintah
Perkuat Peran Kehumasan, Ketua PWI: News Pool USM Strategi Tepat Mengangkat Branding
FKIP UKSW Masuk Dalam 62 LPTK di Indonesia
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?