Sejumlah pembicara dalam dialog membangun etos kerja legislatif, Senin (4/11/2019). Foto: she

SEMARANG (Jatengdaily.com)-Untuk membangun etos kerja yang baik di kalangan DPRD Jateng, menurut Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto, adalah dengan patuh tata tertib.

”Hal ini yang saya tekankan untuk kalngan dewan. Misalnya, kedisiplinan para anggota dewan dalam kehadiran rapat paripurna, misalnya, saat ini dari 120 anggota dewan, kehadiran mereka sudah mencapai maksimal, yakni mencapai 100-102 orang,” jelasnya, Senin (4/11/2019).

Dia mengatakan, dalam Dialog prime topik DPRD Provinsi Jateng bertajuk Membangun etos kerja legislatif, di Hotel Gets. Hadir pula Dosen Fakultas Hukum UGM (Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta Dr Oce Madril dan Dosen Fisip Undip (Universitas Diponegoro) Semarang Wijayanto PhD.

Bambang mengatakan, untuk menuju parlemen modern butuh pembenahan etos kerja melalui tata tertib. Apalagi jumlah anggota DPRD Jateng saat ini bertambah menjadi 120 orang, semakin bertambah wakil rakyat apa yang menjadi tata tertibnya pun harus dirubah.

”Termasuk tertib dalam pembahasan-pembahasan regulasi, harus sesuai tahapan, tidak molor. Misalnya kita sudah bahas APBD 2020. Diharapkan pada 12 Novemver 2019 harus sudah digedok,” jelasnya.

Di satu sisi, menurutnya, arah etos kerja bisa terlaksana apabila kita semua sama-sama ikut mengawasi kinerja DPRD.

“Saya ingin DPRD disiplin, tidak melebihi kewenangannya, kewajiban dan haknya dilaksanakan. Yang penting juga buktinya, dengan betul-betul menjalankan fungsinya. Kalau dilaksanakan sesuai tatarannya, maka jadi parlemen modern,” jelasnya.

Sementara itu, Wijayanto mengatakan, DPRD punya dua kaki. Dimana fungsi DPRD dalam UU Perda yang baru adalah mitra pemerintah, sehingga setengah hatinya masih birokrat, sementara kaki satunya adalah mengakomodasi masyarakat.

”Saya berharap, DPRD harus bisa mengakomodir rakyat dan juga harus punya kemampuan teknis birokratis,” jelasnya.

Sementara Oce Madril mengatakan, yang terpenting adalah bagaimana menghadirkan DPRD yang bebas dari penyalahgunaan kewenangan. Dimana bagaimana anggota DPRD yang zero persoalan atau masalah di lima tahun ke depan. she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here