Angka Kecelakaan Naik 9 Persen

Kapolres Semarang AKBP Adi Sumirat menyematkan pita pada seragam anggota Satlantas Polres Semarang saat apel gelar pasukan Operasi Patuh Candi 2019 di Polres Semarang, Kamis (29/8/2019). Foto : dok. Polres Semarang.

UNGARAN (Jatengdaily.com) – Kesadaran masyarakat pengguna jalan dalam berlalu lintas masih rendah, karena masih ditemukan pengendara kendaraan bermotor melakukan pelanggaran. Adanya pelanggaran berlalu lintas dapat berdampak pada tingginya angka kecelakaan lalu lintas.

‘’Kesadaran pengguna lalu lintas, baik pejalan kaki pengendara kendaraan bermotor maupun pengguna jalan lainnya masih rendah. Masih ditemukan pengendara yang melawan arus lalu lintas dan menggunakan kendaraan bak terbuka untuk transportasi masyarakat. Keselamatan dalam berlalu lintas sering diabaikan, bahkan tidak dianggap penting. Hal itu dapat diketahui dari political will pengguna lalu lintas,’’ ungkap Kapolda Jateng Rycko Amelza Dahniel dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kapolres Semarang AKBP Adi Sumirat saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Candi 2019 di Polres Semarang, Kamis (29/8/2019) pagi.

Berdasarkan data jumlah kecelakaan lalu lintas saat pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2018 tercatat sebanyak 427 kejadian. Angka kecelakaan ini naik 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 392 kejadian.

‘’Jumlah korban meninggal dunia selama Operasi Patuh Candi 2018 sebanyak 36 orang. Ini mengalami kenaikan sebanyak 12 orang atau 50 persen dibandingkkan periode yang sama Tahun 2017 sebanyak 24 orang,’’ bebernya.

Diungkapkan, jumlah korban luka berat saat kegiatan Operasi Patuh Candi 2018 tercatat sebanyak 30 orang. Angka ini mengalami penurunan 21 persen dibandingkan periodes sama Tahun 2017 sebanyak 38 orang.

‘’Untuk jumlah pelanggaran lalu lintas saat Operasi Patuh Candi 2018 sebanyak 125.650 pelanggaran, turun 11 persen dari 2017 sebanyak 141.539 pelanggaran. Pelanggaran didominasi penggunaan helm tidak standar, melawan arus dan tidak memakai safety belt,’’ jelasnya.

Kata Kapolres, Polri diharapkan mewujudkan serta memelihara keamanan, keselamatan, kelancaran dan ketertiban berlalu lintas (Kamseltibcar lantas). Selain itu, meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayannan kepada publik.

‘’Salah satu yang menjadi fokus perhatian saat ini adalah keselamatan bagi pengguna jalan. Keselamatan memang yang pertama dan utama dalam berlalu lintas,’’ ujarnya sembari menyampaikan sinergitas antarpemangku kepentingann menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah dan solusinya yang harus diterima dan dijalankan oleh semua pihak. rus-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here