By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Belajar Penanganan Gempa dari Negara Jepang
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Belajar Penanganan Gempa dari Negara Jepang

Last updated: 10 September 2019 09:17 09:17
Jatengdaily.com
Published: 10 September 2019 09:17
Share
Fakultas Teknik (FT) Unissula menyelenggarakan kuliah pakar dengan menghadirkan pakar dari Jepang, Prof Dr Ir Buntara S Gan. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Fakultas Teknik (FT) Unissula menyelenggarakan kuliah pakar dengan menghadirkan pakar dari Jepang, Prof Dr Ir Buntara S Gan, di Ruang Program Doktor Teknik Sipil.

Ia menyampaikan pada dasarnya secara geologi antara Indonesia dengan Jepang mempunyai persamaan dalam hal ancaman gempa. Mempunyai pertemuan empat lempengan, hanya saja Jepang lebih cepat dan berpengalaman dalam hal penanganan gempa. 

Secara kuantitas Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara yang sering terjadi gempa. Indonesia juga sebaiknya menggunakan standart anti gempa dari Jepang karena negara ini berpengalaman dalam menangani gempa.

“Gempa bumi bisa terjadi karena pergeseran lempengan bumi atau sisa dari gempa bumi yang dinamakan sesar-sesar atau patahan. Dan patahan sendiri mempunyai potensi menyebabkan gempa” ungkap Guru Besar dari College of Engineering Departement Architecture Nihon University.

Masih menurut Buntara, penanganan gempa di Jepang menerapkan teknologi anti gempa atau teknologi peringatan dini gempa yaitu smartphone. Jadi setiap terjadi potensi gempa akan di informsikan potensi gmpa mulai dari skala 0, 1, 2, hingga 7 sekalipun. Jadi masyarakat sudah dapat informasi sebelum efek gempa terjadi.

Dalam hal struktur bangunan saja ada setidaknya tiga jenis bangunan isolasi, kontrol dan perkuatan. Bangunan isolasi menggunakan lapisan plastik di bawah pondasi atau dasar struktur bangunan.

Sedangkan kontrol menggunakan sistem kontrol berbasis komputasi dalam merespon setiap perubahan getaran dan yang terakhir adalah perkuatan yang hanya menggunakan pondasi kuat tanpa mempertimbangkan kontrol maupun anti gempa sehingga jenis struktur ini cenderung paling rawan apabila terjadi gempa.

Dalam desain dan kontruksi sebuah bangunan kebanyakan menggunakan penelitian berbasis komputasi, sehingga lebih cepat karena dalam membuat struktur bangunan dapat di ukur menggunakan programing baik secara sistem, bahan dan implementasinya. she

You Might Also Like

Bantu Petani Pasarkan Hasil Panen, Mbak Ita Luncurkan “Petruk Semar”
Stasiun Alastua Pintu Gerbang Transportasi dan Investasi di Timur Semarang
Pemkab Tegal Larang Pejabat dan Anggota Dewan Lakukan Perjalanan Dinas Luar Daerah
Musda Digelar Usai Lebaran, Ketua Golkar Jateng Menyatakan Mundur
‘Jarik Masjid’ Sebagian dari Iman
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?