By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Berkabung, Rapat Pleno Terbuka KPU Demak Diawali Tahlilan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Berkabung, Rapat Pleno Terbuka KPU Demak Diawali Tahlilan

Last updated: 2 Mei 2019 17:14 17:14
Jatengdaily.com
Published: 2 Mei 2019 17:13
Share
Petugas KPU Demak saat merekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara dari PPK. Foto: rie
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com) – Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara, tingkat Kabupaten Demak Pemilu 2019 diawali tahlilan, Kamis (2/5). Sehubungan suasana berkabung, menyusul berpulangnya sejumlah pejuang demokrasi yang telah turut menyukseskan Pemilu serentak di Kota Wali.

Komisioner KPU Demak Divisi Teknis Penyelenggaraan Abdul Latif menuturkan, tidak dipungkiri sukses terselenggaranya pemilu di Kabupaten Demak pada 17 April berkat peran serta enam KPPS, satu Linmas dan satu saksi dari PAN yang telah terlebih dulu menghadap Sang Pencipta. “Berkat tugas mereka pula di TPS masing-masing, Pemilu 2019 di sini (Demak) sukses tanpa ada sengketa,” ujarnya.

Maka sebagai bentuk penghormatan, KPU Demak bersama jajarannya juga para utusan parpol peserta pemilu memanjatkan doa tahlil. “Berharap amal ibadah para almarhum pejuang demokrasi ini diterima Allah SWT, sebagai pembuka jalan menuju jannahNya. Pun keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” imbuhnya.

Kabar baiknya, sebelum pelaksanaan pesta demokrasi digelar KPU Demak telah menawarkan keikutaertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai jaminan selama bertugas sebagai KPPS. Dari 14 kecamatan yang ada, lanjut Abdul Latief, hanya dua kecamatan yang tidak menindaklanjuti, yakni Wedung dan Dempet.

Hanya saja, dari enam KPPS yang wafat, seorang di antaranya berasal dari Wedung. Sehingga tidak mendapat jaminan premi BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp 24 juta.

Namun demikian, selain tali asih dari Gubernur Jateng, para keluarga ahli waris mendapatkan tunjangan dari KPU pusat. “Masing-masing akan mendapatkan bantuan dari KPU Pusat seperti disampaikan Menkeu Sri Mulyani senilai Rp 37 juta, yang saat ini sedang dalam proses pengurusan,” kata Abdul Latif.

Sementara bagi belasan petugas KPPS yang menjalani perawatan di rumah sakit, belum bisa mendapatkan jaminan dari BPJS ketenaga kerjaan. Karena sakit akibat kelelahan tidak ada dalam daftar penyakit yang ditanggung BPJS.
“Sehubungan itu kami himbaukan kepada PPS juga PPK untuk sekadar iuran sukarela guna membantu meringankan biaya perawatan,” pungkasnya. rie-yds

You Might Also Like

Rayakan Hari Anak Nasional, Le Minerale jadi Air Mineral Terpilih untuk Anak Indonesia
Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung Hampir 80 Persen
Kasus Mantan Sekda Kota Tegal EP Diserahkan ke Kejaksaan
Usai Pemilu Warga Diminta Guyub
Bripka RR Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Merupakan Anggota Polres Brebes Yang Diperbantukan ke Div Propam Polri
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?