By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: BMKG Tegaskan Gelombang Panas Melanda Wilayah Indonesia, Hoaks
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

BMKG Tegaskan Gelombang Panas Melanda Wilayah Indonesia, Hoaks

Last updated: 24 Oktober 2019 19:20 19:20
Jatengdaily.com
Published: 24 Oktober 2019 19:15
Share
Foto: Humas BMKG
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Semarang menanggapi pesan berantai yang beredar di berbagai platform media sosial, dan whatshapp bahwa Indonesia akan dilanda gelombang panas. Menurut nya hal itu tidak benar (Hoaks).

Demikian disampaikan Kasi Data dan Informasi, Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kota Semarang Iis Widya Harmoko kepada Jatengdaily.com.

Menurutnya, seperti yang telah disampaikan BMKG, bahwa saat ini Indonesia dilanda suhu Panas, ‘bukan’ gelombang panas. Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia. Berdasarkan data histori, suhu maksimun di Indonesia belum pernah mencapai 40 derajat Celsius.

“Data BMKG menyebut suhu tertinggi yang pernah terjadi di Indonesia sebesar 39,5 derajat celcius pada tahun 2015 di Kota Semarang, Provinsi Jateng,” jelasnya.

Gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah dan tinggi. Sementara wilayah Indonesia terletak di wilayah ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas.

Suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya Gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Bahkan pada tanggal 20 Oktober terdapat tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi yang mencatat suhu maksimum tertinggi yaitu, Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) 38.8 C, diikuti Stasiun Klimatologi Maros 38.3 C, dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37.8 C. Suhu tersebut merupakan catatan suhu tertinggi dalam satu tahun terakhir, dimana pada periode Oktober di tahun 2018 tercatat suhu maksimum mencapai 37 C.

“Kami mengimbau masyarakat yang terdampak suhu udara panas ini untuk minum air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi, mengenakan pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari jika beraktivitas di luar ruangan, serta mewaspadai aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi karhutla,” harapnya.

Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya angin kencang yang berpotensi terjadi di pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Ody-she

You Might Also Like

Perwakilan Keluarga Gubernur Jabar: Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Kami Ikhlaskan Eril
Kuatkan Bidang Kesehatan, RSI Sultan Agung Gandeng RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo dan FK Unhas Makassar
Unissula Launching PMB 2023/2024, Tawarkan Juga Beasiswa
Timnas Garuda Siap Tumbangkan Palestina Nanti Malam
Ribuan Kepala Desa Tuntut Masa Jabatan 9 Tahun, Anggota DPR Buka Kemungkinan Revisi UU Desa
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?