By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: BPBD Jateng Siapkan Reboisasi 1.464 Hektar Lahan Gundul Gunung Kendeng
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

BPBD Jateng Siapkan Reboisasi 1.464 Hektar Lahan Gundul Gunung Kendeng

Last updated: 11 Desember 2019 09:15 09:15
Jatengdaily.com
Published: 11 Desember 2019 09:15
Share
Sudaryanto. Foto: she
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)-Setidaknya butuh tiga juta lebih bibit untuk ditanam di lahan seluas 1.464 hektar kawasan Pegunungan Kendeng. Penanaman kembali atau reboisasi hutan dilakukan lantaran kondisinya gundul dan tandus.

“Kalau dibiarkan gundul musim hujan potensi tanah di atas Kendeng gerak dan longsor ke pemukiman warga. Kita bersama warga gerakkan tanam pohon, untuk tanaman pohon yang kita tanam bibit pohon gamal, mpon-mpon, dan porang,” kata Kepala BPBD Jateng, Sudaryanto, Rabu  (11/12/2019).

Dia mengungkapkan, BPBD Jateng sudah merencanaan sedemikian rupa untuk reboisasi hutan Pegunungan Kendeng. Setiap satu hektare lahan Pegunungan Kendeng akan ditanam 200 bibit pohon bermacam jenis. Sedangkan musim hujan cocok untuk lakukan penanaman pohon pertengahan Desember 2019 hingga April 2020

“Lima orang mendapat jatah tanam pohon satu hektar untuk lima hari kerja. Target pekerjaan 150 hari sehingga dibutuhkan kurang lebih 2.150 personil,” ungkapnya.

Menurutnya kerusakan hutan di Pegunungan Kendeng yang sangat parah mengingat bencana banjir tahunan yang melanda wilayah Sukolilo, Kayen, dan Tambakromo, Pati, akibat limpasan air dalam debit yang cukup besar.

Sedangkan pada musim kemarau, bencana kekeringan setiap tahun juga menghantui penduduk Kendeng yang mengalami krisis air bersih.

“Pada 2019, kekeringan meliputi 14 kecamamatan yang terdiri 137 desa. Dropping bantuan air sampai hari ini sudah mencapai 1.749 tangki,” ujar Sudaryanto.

BPBD sendiri mencatat total ada 12.901,09 hektare lahan Pegunungan Kendeng yang mengalami kerusakan. Kerusakan lahan itu berada di wilayah kesatuan pemangku hutan (KHP) Kayen dan Jakenan.

“Kerusakan lahan ini mengancam 1,2 juta penduduk di Sukolilo, Tambakromo, Kuwawur, Lunggoh, dan Barisan. Semua karena kegagalan reboisasi, karena Perhutani kurang terintegrasi dengan stakeholder terkait. Ada tanaman mati dibiarkan, kalau masyarakat diajak terlibat tentunya akan turut memelihara,” terang Sudaryanto.

Sudaryanto menyatakan butuh kerja sama banyak pihak untuk bisa menghijaukan kembali lahan kritis Pegunungan Kendeng. “Rencananya, BPBD Jateng akan melakukan reboisasi kawasan Kendeng dengan tanaman yang berfungsi ekologis dan ekonomis,” tutup Sudaryanto. Adry-she

You Might Also Like

Farmasi Unissula Ajak Siswa Jauhi Narkotika
4 Korban Keracunan Asap Genset Dimakamkan di Boyolali
Sinergi Situasi Kamtibmas, Kapolri Silaturrahim ke Gus Yusuf
Make Over Support Beauty Class Karyawan IBS Kudus
Kemkominfo Ajak Anak Muda Papua dan Salatiga Kolaborasi Kreatif untuk Bangsa
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?