By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Cegah DBD, KKN Undip Buat ‘Ovitrap’ Jebakan Nyamuk
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Cegah DBD, KKN Undip Buat ‘Ovitrap’ Jebakan Nyamuk

Last updated: 8 Agustus 2019 12:05 12:05
Jatengdaily.com
Published: 8 Agustus 2019 12:05
Share
Pemaparan Jumantik kepada kader kesehatan oleh tim KKN Undip di Desa Banjardawa, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Foto: dok
SHARE

PEMALANG (Jatengdaily.com) – Demam berdarah atau sering disebut DBD merupakan suatu infeksi akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Dampak yang paling membahayakan dari penyakit DBD adalah dapat menyebabkan kematian. Sehingga tak jarang banyak korban yang meninggal akibat penyakit ini.

Di Desa Banjardawa, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, sendiri, kasus demam berdarah merupakan kasus yang masih dicari solusinya. Menurut data dari puskesmas dan ketua RW dusun II, terdapat 2 warga Desa Banjardawa yang terkena DBD hingga berakhir kematian.

Hal ini tentu menjadi perhatian Tim KKN II Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, yang diterjunkan di Desa Banjardawa, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Mereka melakukan sebuah program dengan tema Bersih Desa. Sedikitnya, 10 mahasiswa dari tujuh fakultas turut ambil bagian dalam KKN ini.

Muhammad Fajar Ibrahim, Ketua Tim 2 KKN Undip mengatakan, timnya membuat program, diantaranya, Pembentukan Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan Pembuatan Ovitrap.

‘’Tujuan dari pembentukan Kader Jumantik ini adalah untuk mengecek dan memantau adanya jentik-jentik nyamuk di setiap sumber perairan di tiap-tiap rumah warga secara berkala yakni satu bulan sekali. Kader-kader jumantik ini merupakan kader-kader Posyandu yang sebelumnya turut aktif dalam menggalakkan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan di Desa Banjardawa. Selain pembentukan kader jumantik,’’ jelasnya, Kamis (8/8/2019).

Tim KKN di bawah bimbingan dosen Farid Agushybana SKM DEA PhD ini, di Desa Banjardawa juga melakukan pelatihan pembuatan ovitrap kepada kader kesehatan yang diharapkan nantinya akan disampaikan kepada masyarakat Desa Banjardawa ketika ada kegiatan rutin lainnya yang akan dipimpin oleh ibu-ibu Kader Kesehatan Desa Banjardawa.

Ovitrap merupakan alat penjebak nyamuk yang didesain secara sederhana dengan memanfaatkan botol air minum bekas. Langkah pertama pembuatan ovitrap adalah dengan memotong botol minuman bekas ukuran 1,5 liter menjadi 2 bagian. Kemudian disusun dan didalamnya diberi larutan gula merah dan ragi.

Tujuan pemberian gula merah dan ragi adalah untuk menarik nyamuk melalui bau yang ditimbulkan dari proses fermentasi ragi dengan gula merah. Selanjutnya seluruh permukaan botol dilapisi dengan plastik hitam dengan tujuan yang sama yaitu untuk menarik perhatian nyamuk. She

You Might Also Like

SIG Gandeng BTN Sinergi Percepatan Pembangunan Perumahan
47 Desa Lunas 100 Persen Bayar PBB 2018 di Kabupaten Semarang
Edukasi Sejarah dan Budaya Indonesia, Paguyuban Satrio Setyo Manunggal Rangkul Generasi Milenial
Polres Karanganyar Tangkap Guru Silat, Diduga Cabuli Muridnya yang Masih di Bawah Umur
Polisi Sisir Pasar Dargo dan Karimata Semarang, Cegah Premanisme Berkedok Ormas
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?