Polres Tegal rasia truk kelebihan muatan di jalan tol. Foto: wing

SLAWI (Jatengdaily.com)- Mencegah terjadinya kecelekaan beruntun di jalan tol yang disebabkan oleh truk yang diduga kelebihan dimensi dan beban muatan (Over Dimension Overload/Odol), Satuan Lalu Lintas Polres Tegal menggelar razia stasioner penindakan pelanggaran lalu lintas di Jalan Raya Prupuk, Margasari, Kabupaten Tegal.

Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Perhubungan dan Kantor Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kabupaten Tegal.

Pada razia tersebut, petugas Satlantas dan Dinas Perhubungan melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi , kelengkapan kendaraan, serta kesesuaian kendaraan dengan KIR.

Satu persatu truk bermuatan logistik maupun bahan galian seperti tanah urigan diperiksa. Pemeriksaan dilakukan di Rest Area Klonengan. Berbekal alat ukur panjang, petugas mengukur dimensi kendaraan.

Adapun pengukuran dilakukan oleh petugas pengujian kendaraan bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal dengan mengecek buku KIR yang ditunjukkan oleh supir.

Salah seorang pengemudi truk pengangkut tanah urugan, siang itu mendapat teguran karena diduga memuat tanah melebihi beban yang ditentukan.Saat itu juga supir diminta mengurangi muatan yang diangkut dalam truknya.

Kapolres Tegal, AKBP Dwi Agus Prianto melalui Kasat Lantas Polres Tegal, AKP M Adiel Aristo mengatakan, razia terhadap truk Odol dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan akibat truk kelebihan beban. Hal ini seperti yang terjadi Tol Cipularang, baru-baru ini.

Menurutnya, kendaraan yang kelebihan beban akan mempengaruhi faktor penunjang kelancaran lalu lintas. Kendaraan yang berlebihan muatan sering mengalami gangguan, seperti pecah ban, patah baut roda dan fungsi rem tidak maksimal, sehingga menjadi hambatan di jalan.

“Kendaraan yang kelebihan beban muatan dapat menyebabkan kerusakan konstruksi jalan, sehingga jalan menjadi bergelombang, berlubang, dan tidak rata. Hal ini akan mengurangi kenyamanan pengguna jalan lainnya,” tuturnya, Jumat (13/9/2019).

Sementara itu, Kanit Turjawali, Ipda Zaenudin mengatakan, dalam razia ini, truk yang dicurigai memiliki beban berlebih diminta untuk mengurangi muatan.

“Apabila ada truk yang kelebihan beban, kami minta agar mengurangi muatannya, sehingga saat masuk jalan tol sudah tertib,”ungkapnya.

Zaenudin menyebutkan, bagi orang yang mengemudikan kendaraan bermotor angkutan umum barang, yang tidak mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan, akan dikenai sanksi sesuai dengan pasal 307 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Untuk sanksinya dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak lima ratus ribu rupiah,” jelasnya.

Dalam razia tersebut, sedikitnya 104 kendaraan roda empat /lebih dan 50 kendaraan roda dua diperiksa. Sebanyak 19 pengendara dikenai tilang karena melanggar aturan lalu lintas,diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini dapat menekan jumlah kecelakaan yang disebabkan oleh truk truk yang melintas di jalan tol. wing-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here