Crane Container (CC) Peti Kemas Roboh, Akibatkan Kerugian Rp 60 M

Salah satu truk melintas di sela-sela robohnya CC yang berada di TPKS Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Foto: ody

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Akibat insiden penabrakan Crane Container (CC) atau derek angkat peti kemas oleh kapal peti kemas MV Soul of Luck yang sandar di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), Minggu, (14/7) pukul 17.10 WIB sore, berdampak kerugian mencapai Rp 60 miliar.

Direktur Utama Pelindo III Jawa Tengah Cabang Pelabuhan Tanjung Emas Agung Doso mengatakan, total kerugian seluruh material akibat kecelakaan tersebut mencapai Rp 60 miliar. Detail material kerusakannya terdiri dari 14 unit container, satu unit CC, tiga heattruk, satu buah bolder, enam fender dan lainnya.

“Termasuk terhentinya operasi bongkar muat selama kurang lebih 3 jam,” tegas Doso dalam jumpa pers bersama media di Kantor Pelindo 3 Cabang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin, (15/7/2019).

Sementara itu, akibat kejadian tersebut ia menambahkan, berdampak juga keterlambatan kecepatan bongkar muat mencapai 10 hingga 20 persen di TPKS.

Kalaupun seandainya terjadi kelambatan operasi akan mendatangkan mobil crane yang ada di Surabaya. “Namun, hingga sekarang ini kami menjamin tidak ada kelambatan kegiatan bongkar muat ekspor maupun impor di dalam negeri,” tegas Doso.

Adapun, untuk mensterilkan lokasi dibutuhkan selama 14 hari atau dua Minggu ke depan. “Kita butuh dua Minggu untuk mensterilkan bangkai crane dan container,” tegasnya.

Akibat kejadian ini, Pelindo III merasa prihatin. Sebab, 90 persen merupakan komoditas ekspor dan impor yang ada di wilayah Jawa Tengah.

Murni Kecelakaan

Ia menegaskan, kejadian ini murni kecelakaan, tidak ada pula unsur kesengajaan atau kelalaian. “Tidak ada kecelakaan yang diinginkan. Ini murni kecelakaan . Kami juga sudah melakukan evaluasi, terkait SOP dan sistem sefty sudah sesuai prosedur yang benar,” tegasnya.

Ahmad Wahid Kepala KSOP Kelas I Cabang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menambahkan, kecelakaan ini terjadi ketika kapal saat sandar. Begitu mendekati dermaga terjadi ketidak normalan sistem.

“Saat terjadi, pilot minta mundur sementara mesin maju terus, karena ada ganguan dari sistem mesin penggerak. Akibatnya ujung kapal menambarak tiang CC sehingga roboh dan menimpa beberapa container dan satu orang petugas yang mengalami luka ringan,” jelasnya. Ody-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here